Driver Online Harus Utamakan Keselamatan Penumpang

Rabu, 07 Maret 2018 - 09:59:36 | dibaca: 325 kali


Foto bersama ADO dengan  Wakil  Direktur Lalu Lintas AKBP Sarif.
Foto bersama ADO dengan Wakil Direktur Lalu Lintas AKBP Sarif. /

RADARJAMBI. CO. ID-Asosiasi Driver Online (ADO) mengunjungi kantor direktorat Polda Jambi, dalam rangka  Dirlantas Polda bekerjasama dengan ADO untuk mensosialisasikan PM 108 bagi driver online wajib SIM A Umum,   Selasa (6/3).

Kedatangan ADO disambut positif oleh Wadir Lantas Polda Jambi AKBP Sarif. Ia berharap agar adanya ADO ini bisa menjadi asosiasi yang menjadi panutan bagi driver online yang lain,

"Jadilan pelopor keselamatan berlalu lintas," ucapnya.

Wadir pun juga banyak memberikan masukan positif kepada para driver Online terkait keselamatan berlalu lintas.

"Penumpang juga harus diberikan kenyamanan dalam berkendara," ungkapnya.

Dalam pertemuan antara ADO dan juga Wakil Direktur Lalulintas Polda Jambi, di kantor Ditlantas Polda Jambi, banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh ADO kepada wakil Direktur Lalu Lintas AKBP Sarif.

Di antaranya mereka mengadukan tentang adanya zona merah, atau larangan dari ojek pangkalan terhadap ojek online mengambil penumpang di wilayah tertentu.

Sarif mengatakan selama tidak adak aturan resmi dari pihak yang berwenang, itu tidak ada larangan, 

"Sah saja untuk mengambil penumpang," jelasnya.

Wadir sarif menyarankan agar jika terjadi hal seperti itu, laporkan saja kepada anggota polisi. 

"Jangan langsung melabrak, lebih baik kita lapor polisi, biar polisi yang memberikan jalan tengahnya," jelasnya.

Ia pun berjanji kepada Anggota ADO untuk berkoordinasi terhadap instansi terkait tentang persoalan zona merah tersebut.

"Nanti kita akan bikinkan agenda, dan berkoordinasi kepada Polresta untuk menangani hal tersebut," jelasnya.

Selain itu ADO juga mempertanyakan kebenaran berita di media social tentang larangan bagi para pengemudi online yang kerap membuka GPS ataupun HP saat berkendara. 

AKBP sarif menanggapi hal tersebut dan mengatakan bahwa berita tersebut belum tau kebenarannya alias hoax. 

“Berita-berita di media social jangan terlalu di percaya, harus bijak dan diseleksi dulu, itu beritanya masih hoax," ujarnya.

Sarif berharap masyarakat dapat terlayani dengan baik dengan adanya ADO ini dapat menjadi contoh yang baik bagi asosiasi-asosiasi lainnya.

Reporter :Musri'ah

Editor : Endang