Pemanfaatan Danau Sipin Jadi Perdebatan

Minggu, 22 April 2018 - 20:14:11 | dibaca: 114 kali


/

RADARJAMBI.CO.ID-Pelaksanaan debat publik putaran II calon Walikota dan Walikota Jambi, yang digelar Jumat malam (20/4) di ACC Jambi, dua Pasangan calon (Paslon) yakni Paslon 1 Abdullah Sani- Kemas Alfarizi dan Paslon 2 Sy Fasha-Maulana saling bertanya. Salah satunya terkait mengenai pertumbuhan ekonomi di Kota Jambi.

Dalam pelaksanaan debat, pada sesi kedua Paslon 2 Sy Fasha, memberikan pertanyaan kepada pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizi.

“Apa penyumbang terbesar inflasi di Kota Jambi ini dan apa solusi untuk menanganinya?,” tanya Fasha.

Pertanyaan ini dijawab Izi, katanya, rata-rata bahan sembako di Kota Jambi ini dipasok dari luar Provinsi Jambi.

“Nah solusinya adalan meningkatkan sentra-sentra di Kota Jambi, kita berdayakan dengan APBD kita yang ada. Juga kita akan pasok sembako tetap dari Kabupaten yang ada di Kota Jambi,” jelasnya.

Dari segi lainnya Paslon 1 terkait dengan pemanfaatan Danau Sipin, Kemas Alfarizi mengungkapkan solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi maka bisa memanfaatkan potensi alam di wilayah tersebut.

Sebagai contoh, Danau Sipin sangat strategis untuk ternak bebek. "Karena telur bebek itu nilai ekonominya cukup tinggiloh," ujar Izi.

Hangatnya debat tersebut, paparan Izi ini, langsung dikomentari oleh Dr. Maulana. Kata Maulana, penerapan pertumbuhan ekonomi untuk Wilayah Perkotaan itu tidak bisa disamakan dengan wilayah Kabupaten dimana sentra-sentra ekonomi difokuskan kepada pertanian dan peternakan.

"Kalau kita tentunya akan menarik para investor untuk menanamkan modalnya di Kota Jambi. Kalau ternak bebek, itu mungkin di Kabupaten bisa diterapkan," ujar Maulana.

Memang terkait dengan perekonomian, Paslon 2 ini sangat berbeda dengan Paslon 1. Melali Cawako Paslon 2, Maulana menjelaskan, ada berbagai strategi yang bisa dilakukan dalam mengatasi masalah kemiskinan di Kota Jambi.

"Kita pikirkan jangka panjang, tapi jangan abaikan jangka pendek," kata Maulana.
Dijelaskannya, jangka pendek yang dilakukan adalah perlunya diberikan bantuan langsung kepada masyarakat miskin baik dalam bentuk bantuan pelayanan kesehatan maupun pendidikan gratis.

"Sementara itu, jangka panjangnya kita juga akan berikan modal usaha bagi masyarakat miskin. Ini merupakan prinsip dari Rasulullah," kata Maulana.

Reporter : Hilman Yusra

Editor : Har