Asosiasi Driver Online Jambi Kumpulkan Petisi Tuntut Ke Pihak Aplikator

Kamis, 26 April 2018 - 20:03:08 | dibaca: 506 kali


Pihak ADO melakukan tanda tangan petisi tuntutan ke pihak aplikator, yang saat ini merubah regulasi skema point dan incentive.
Pihak ADO melakukan tanda tangan petisi tuntutan ke pihak aplikator, yang saat ini merubah regulasi skema point dan incentive. /

Radarjambi.co.id,KOTA JAMBI, JS-Sesuai Keputusan rapat koordinasi pengurus Asosiasi Driver Online (ADO) Provinsi Jambi, mengenai regulasi skema point dan bonus yg di lakukan aplikator Grab Indonesia Cabang Jambi, yang dampak nya merugikan mitra baik R4 ataupun R2 ( Grabcar dan Grabbike).Sehingga mengalami penurunan penghasilan yang signifikan bagi mitra, Kamis(26/4) semua driver online Jambi satu tujuan dan bersatu memperjuangkan kesejahteraan driver online.

Pihak ADO akan melakukan tanda tangan petisi tuntutan ke pihak aplikator, yang saat ini merubah regulasi skema point dan incentive yang dimana isi tuntutannya meliputi antara lain, menuntut segera pihak aplikator Grab Indonesia Cabang Jambi segera revisi regulasi skema point dan incentive yang saat ini tidak mensejahterakan driver online terutama di Jambi saat ini insentif bonus point yang diterapkan adalah Grabcar 12 point Rp.235.000 dan Grabbike 12 point Ro. 65.000.

Dengan skema tersebut ADO meminta agar pihak aplikator mengembalikan skema insentif yang diterapkan sebelumnya yaitu untuk Grabcar 15 point Rp.380.000 dan Grabbike 14 Point Rp. 95.000 sesuai skema awal yang sudah di lakukan Grab Indonesia Cabang Jambi.

Selanjutnya pihak ADO menuntut agar pihak aplikator(GRAB) untuk melakukan pencairan insentif secara langsung sesuai tingkatan target point yang capai mitra pada saat itu juga tanpa melalui proses analisa sepihak yang di lakukan pihak aplikator karena merugikan mitra. Hal ini juga pihaknya menolak aplikator grab indonesia & Gojek Indonesia menjadi perusahaan transportasi online.

Noval Selaku ketua ADO menjelaskan tempat penandatanganan dilaksanakan di jalan Gatot subroto (pasar) Dekat hotel Oduo Weston, Kamis (26/4) telah dilaksanakan.
Pada hari selanjutnya Posko di buka dari tanggal 26 – 29 April Waktu untuk ttd petisi selama 4 hari.

"4 hari akan menentukan kesejahteraan driver online kita akan mengirim petisi ttd ini ke pihak aplikator,” ujar Noval.

Noval mengatakan ADO akan memberi datline selama 3 hari untuk menerima dan mengabulkan tuntutan driver online tersebut .

“Dalam masa datline 3 hari yang kita berikan waktu terhadap aplikator Grab, kita semua driver online baik roda 2 dan roda 4 akan melakukan OFF BIDE massal selama 3 hari masa waktu datline Jika aplikator tidak mengabulkan tuntutan kita ini Kita lanjut melakukan aksi damai di depan kantor aplikator tersebut,” ujarnya.

Noval berharap agar pihak aplikator lebih memikirkan kesejahteraan driver online tidak hanya memikirkan keuntungan sepihak untuk aplikator saja.
Menurutnya biaya oprasional driver online semakin tinggi, dengan harga bbm saat ini mencari penghasilan untuk kebutuhan keluarga angsuran kendaraan harus di bayar.

“Semoga aplikator cepat sadar, memikirkan kesejahteraan driver online driver online hanya ingin bekerja aman dan nyaman semua driver online sudah menggantung hidupnya sebagai profesi untuk mencari nafkah,” ungkapnya.

Reporter : MUSRI’AH

Editor : ENDANG