Dewan Soroti Pembangunan Jogging Track Danau Sipin, Musim Hujan, Hindari Terjadinya Banjir

Kamis, 15 November 2018 - 21:36:27 | dibaca: 57 kali


Jongging Track yang Terendam Banjir
Jongging Track yang Terendam Banjir /

 

radarjambi.co.id - KOTA JAMBI - Komisi lll DPRD Kota Jambi meninjau meninjau Jogging Track Danau Sipin, hal tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan jogging track yang terendam oleh banjir musiman dilokasi tersebut.


Sebab musim hujan yang terus menerus terjadi di Kota Jambi dan sekitarnya dalam dua bulan terakhir ini telah membuat debit air di Danau Sipin naik. Dan menyebabkan proyek joging track sepanjang 750 meter senilai Rp5 miliar tersebut kondisinya saat ini sebagian terendam oleh luapan air Danau Sipin.

Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Junedi Singarimbun mengatakan bahwa harus dicari solusi yang tepat untuk pembangunan wisata di Danau Sipin agar tidak menimbulkan masalah banjir.

“Solusi-solusinya apa yang harus diatasi dengan masalah tersebut, kalau memang posisi terendam setiap tahun memang agak repot juga, untuk menjadikannya tempat destinasi wisata di Kota Jambi," ujarnya.

Junedi juga menyampaikan bahwa walaupun dibangun dam diarea balai jika posisi air tinggi maka dam pun tidak dapat menahan air yang naik.

Seharusnya sebelum pembangunan dilakaukan harus ditanya terlebih dahulu kepada masyarakat sekitar posisi tertinggi jika banjir datang.

“Kalaupun dibangun Dam diarea balai jika posisi air tinggi tetap tidak bisa, Dam hanya bisa menghambat air keluar tapi kalau posisi air dari hulu tinggi tetap banjir, dan perencanaan kemarin memang kurang tinggi maka sebelum direncanakan ditanya dulu masyarakat sekitar sini posisi air waktu disimpang bata terendam dan posisi disini sebatas mana? Jadi sebagai patokan,” terangnya.

Kalau misalnya simpang bata terndam mungkin 20 tahun sekali atau 12 tahun sekali Tapi kalau posisi inikan setiap tahun, ini posisi belum banjir maka nanti kita minta saung-saung yang dibangun itu untuk di tinjau ulang masalah ketinggian saung tersebut,” lanjutnya.

Junedi juga mengatakan bahwa azas mandaat dari pembangunan jogging track ini harus dipastikan, apakah masyarakat mau jika punya jogging track tetapi pada waktu-waktu tertentu tidak dapat digunakan.

“Kalau saung-saung itu diposisi sekarang sudah banjir tidak ada gunanya. Mau dak masyarakat kita punya jogging track tapi di waktu-waktu tertentu tidak bisa bisa dipakai apakah ideal itu?, dana yang dikucurkan untuk pembangunan itu, azas manfaatnya,”tandasnya.

''Kalau mesin pompa itu masih lama prosesnya, kalu mesin pompa seperti Jakarta itu kita belum sangguplah sepertinya,begitu air dari sungai Batanghari dari hulu naik kesini dak sanggup pomnpa kecuali menag sudah di Dam semua, air di danau sipin ini dari semua masuk , pompa mengalahkan adebit air yang masuk dari drainase yang ada di Kota jambi, hitung-hitungan mana yang sanggup, kecuali jika danau sipin ini tidak ada saluran drainase yang masuk,”terangnya.

 

 

Repoter : Hilman

Editor    : Ansori