Pembinaan Seni Budaya Melayu Jambi Diupayakan untuk Pelestarian dan Regenerasi

Fachrori Ajak Insan Seni Tingkatkan Kualitas Karya

Kamis, 10 Januari 2019 - 14:45:34 | dibaca: 97 kali


Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi Tahun 2019
Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi Tahun 2019 /

RADARJAMBI.CO.ID,- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, H Fachrori mengajak semua insan seni di Provinsi Jambi untuk lebih meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan. Hal tersebut disampaikan Fachrori pada Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi Tahun 2019, bertempat di Ratu Convention Center (RCC) Jambi, Senin (07/01) malam. Pertunjukan seni ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Jambi Tahun 2018 dan mengambil tema “Kecik Sakti Gedang Betuah”.

“Para insan seni harus lebih meningkatkan hasil karyanya, khususnya para generasi muda harus lebih kreatif dan inovatif lagi dalam menghasilkan karya seni. Saat ini kita berada pada era kompetitif yang semakin ketat, dimana yang berjaya adalah yang unggul dalam berkarya,” ujar Fachrori.

Fachrori mengemukakan, pertunjukan seni ini merupakan salah upaya Pemerintah Provinsi Jambi dalam pembinaan dibidang kesenian, yang bertujuan agar masyarakat, terutama generasi muda di Provinsi Jambi lebih mencintai serta bangga terhadap kesenian dan kebudayaan sendiri.

Pembinaan seni budaya Melayu Jambi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jambi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dan semua pihak terkait, diupayakan untuk pelestarian seni budaya Melayu Jambi dan regenerasi para pelaku seni budaya Melayu Jambi secara khusus dan budaya daerah Jambi secara umum.

 “Saya merasa bangga, karena para insan seni yang terlibat dalam pertunjukan seni malam ini adalah generasi muda, merekalah yang menjadi pewaris kesenian dan kebudayaan melayu Jambi. Mereka nanti yang akan terus menggali dan mengembangkan seni budaya daerah Jambi dengan kreativitas dan inovasi,” tutur Fachrori.

Fachrori mengemukakan, melalui generasi muda, eksistensi kesenian dan kebudayaan Melayu Jambi akan tetap hidup dan berkembang ditengah masyarakat, seiring dengan perkembangan zaman, tetapi tidak meninggalkan akar kebudayaan aslinya. ssesuai dengan seloko Jambi, “negeri ramai dengan yang mudo, negeri aman dengan yang tuo.”

Fachrori juga mengatakan, pertunjukkan seni tersebut juga merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan ekonomi kreatif melalui bidang seni dan budaya. Pengembangan kreativitas seni budaya Melayu Jambi harus lebih diarahkan pada pencapaian kualitas yang unggul, sehingga mampu bersaing dalam industri ekonomi kreatif dan bermanfaat secara ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Marilah kita bahu-membahu dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Melayu Jambi dengan lebih mempromosikan  ke tingkat nasional bahkan internasional melalui berbagai kerjasama dan event-event. Kita harus bangga dengan seni budaya Melayu Jambi, teruslah berkarya dan manfaatkan setiap peluang ekonomi kreatif dengan menampilkan kualitas seni budaya Melayu Jambi yang terbaik,” pungkas Fachrori.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Drs.Ujang Hariadi menyampaikan, pertunjukan seni ini merupakan sebuah kolaborasi musik, tari, lagu, dan puisi, melibatkan 70 orang insan seni yang sebagian besar didominasi oleh generasi muda. “Pertunjukan seni yang telah ditampilkan pada malam ini merupakan upaya pembinaan, sehingga proses pelestarian dan regenerasi bisa berjalan dengan baik,” kata Ujang.

“Saya juga melihat, masih banyak kesenian dan kebudayaan Melayu Jambi yang harus dikembangkan, contohnya pada sisi materi dan isi. Kita juga harus lebih mengenalkan seni budaya Melayu Jambi kepada generasi muda, sehingga mereka lebih mencintai dan bangga akan seni budaya Melayu Jambi,” ungkap Ujang.

“Kita juga berharap para generasi muda yang mencintai dan bangga terhadap seni budaya Melayu Jambi bisa lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kesenian dan kebudayaan Melayu Jambi dengan tidak melupakan akar budaya asal,” tutup Ujang. 

Sumber : Humas Pemprov

Editor : Endang