Bale Rentan Cedera karena Gaya Bermainnya Sendiri

Kamis, 07 Februari 2019 - 19:39:53 | dibaca: 73 kali


Gareth Bale
Gareth Bale /

Radarjambi.co.id - Jakarta - Penyerang sayap Real Madrid, Gareth Bale belum benar-benar mampu meneruskan tanggung jawab Cristiano Ronaldo sebagai bintang utama El Real. Pasca kepergian Ronaldo ke Juventus, Bale justru kembali doyan cedera dan tidak bisa membantu tim pada momen-momen sulit.

Awalnya Bale didatangkan Madrid sebagai pendamping dan penerus Cristiano Ronaldo. Kala itu, Madrid rela memecahkan rekor transfer klub untuk membeli Bale, sebab potensi Bale dianggap menjanjikan.

Meski demikian, pemain yang membela Los Blancos sejak 2013 ini selalu gagal jadi bintang utama.

Bale memang rajin mencetak gol-gol penting - seperti gol salto di final Liga Champions - tapi dia tidak mampu konsisten melakukan itu lantaran cedera kambuhan.

Mantan pelatih Madrid dan timnas Wales, John Toshack terbilang sebagai salah satu sosok yang begitu mengenal Bale. Toshack sudah mengenal Bale saat masih berusia 17 tahun, dan dia mengakui Bale merupakan pemain hebat.

Namun, Toshack juga menyadari cara bermain Bale justru membuatnya rentan diserang cedera. Dia juga mengkritik Bale yang tidak mau belajar bahasa Spanyol meski sudah bertahun-tahun membela Madrid.

"Dia [Bale] menjalani debutnya dengan saya di Wales pada usia 17 dan dia pemain hebat yang luar biasa. Akan tetapi dia memiliki komponen buruk pada permainannya, dan bukanlah kebetulan bahwa dia mudah mendapatkan cedera yang menyerangnya," tegas Toshack di Marca.

"Ketika anda pergi ke suatu negara untuk bekerja, anda harus mempelajari bahasanya supaya pekerjaan anda lebih mudah, tapi dia belum melakukan itu untuk membantu dirinya."

Dewasa ini, ketika Bale cedera, Vinicius Junior bangkit dan menggantikan peran Bale. Artinya, pasca kepergian Ronaldo, Bale justru mendapat saingan baru pada jiwa muda Vinicius Junior.

"Kita sudah pernah mendapati beberapa kasus khusus seperti Vinicius. Pemain muda seperti dia harus diberi saran dengan baik, dan ini bukan soal menjalani satu tahun yang bagus, tapi dua atau tiga tahun, barulah kita bicara soal pemain bintang."

"Dia bisa mencapai banyak hal, dan terlalu cepat bicara soal dia sebagai kandidat perebut Ballon d'Or," tandasnya.

 

 

Sumber : Jpnn