3.405 Siswa SMP akan Ikuti USBN

Senin, 11 Februari 2019 - 20:45:49 | dibaca: 89 kali


Ilustrasi
Ilustrasi /

Radarjambi.co.id - MUARABULIAN - Sebanyak 3.405 siswa Sekolah Menengan Pertama (SMP) di Kabupaten Batanghari akan mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) pada 21 april 2019 mendatang.

“Jumlah tersebut merupakan siswa SMP negeri dan swasta, di luar siswa MTS yang ada di Batanghari,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batanghari, Zulfadli , Senin (11/2).

Diterangkanya, 3.405 siswa tersebut merupakan siswa dari 56 sekolah SMP negeri dan swasta.
Dari 56 sekolah SMP negeri dan swasta tersebut, 34 sekolah diantaranya akan melaksanakan USBN dengan sistim Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dan 22 sekolah SMP lainnya akan melaksanakan USBN dengan sistim Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Dari 34 sekolah yang akan melaksanakan UNBK tersebut, terdapat 2.680 siswa yang terdiri dari 1.283 siswa perempuan dan 1.397 siswa laki-laki. Sementara dari 22 sekolah yang akan melaksanakan UNKP, terdapat 725 siswa yang terdiri dari 349 siswa perempuan dan 376 siswa laki-laki.

“Namun tidak semua sekolah yang melaksanakan UNBK dapat melaksanakan secara mandiri, masih terdapat sekolah yang menumpang di sekolah lain,” kata Zulfadli.

Dari 34 sekolah yang melaksanakan UNBK tersebut, terdapat 17 sekolah SMP negeri dan swasta yang pelaksanaan UNBK_nya menumpang di sekolah lain.

Sekolah yang menumpang pelaksanaan UNBK tersebut menumpang di sekolah yang juga melaksanakan UNBK, namun sekolah yang terdekat.

Ada yang menumpang di SMP, dan ada yang menumpang di sekolah menengah atas dan kejuruan.
Dijelaskan Zulfadli, masih banyaknya sekolah yang menumpang dan sekolah yang belum melaksanakan UNBK tersebut disebabkan oleh minimnya sarana dan prasaran penunjang pelaksanaan UNBK.

"Seperti masih minimnya komputer dan server. Selain itu jaringan internetjuga masih menjadi kendala bagi sebagian sekolah," ujarnya.

Agar sekolah-sekolah dapat melaksanakan UNBK secara mandiri, dinas PDK mengupayakan pengajuan bantuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi sarana dan prasarana penunjang UNBK.

Selain itu dinas PDK turut menganjurkan sekolah mengadakan computer dalam setiap tahunnya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilakukan secara bertahap.

“Saat ini sekolah-sekolah telah melakukan simulasi UNBK, sejauh ini tidak ada kendala, harapannya UNBK dan UNKP ini dapat berjalan lancar nantinya,” tandasnya.

 

 

Reporter : Didi

Editor     : Ansori