Puluhan Desa di Provinsi Jambi, Belum Teraliri Listrik

Selasa, 12 Februari 2019 - 21:19:36 | dibaca: 122 kali


Ilustrasi
Ilustrasi /

Radarjambi.co.id - KOTA JAMBI - Listrik saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Sayangnya, masih ada masyarakat di Provinsi Jambi belum menikmati listrik sama sekali.

Hingga saat ini masih ada puluhan desa di Provinsi Jambi yang belum teraliri listrik dari PLN, terbanyak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Berdasarkan data dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi, sedikitnya 65 desa di Provinsi Jambi saat ini belum dimasuki jaringan Listrik PLN.

Kepala Bidang Energi Baru terbarukan, yang juga merangkap sebagai Plt Kabid Kelistrikan Dinas ESDM Provinsi Jambi, Zulfahmi.

Desa-desa itu tersebar di sejumlah kecamatan diantaranya, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ada 25 desa, Kabupaten Merangin 17 desa, Kabupaten Sarolangun 9 desa, Kabupaten Kerinci 1 desa, Kabupaten Batanghari 1 desa, Kabupaten Muarojambi 1 desa, Kabupaten Tanjung Jabung Timur 5 desa, Kabupaten Bungo 3 desa, Kabupaten Tebo 2 desa, serta Kota Sungai Penuh 1 desa.

Ia juga menyebutkan, tahun ini PLN mengupayakan semua desa di Provinsi Jambi 100 teralisri listrik.

Namun, menurut Fahmi, ada beberapa titik disuatu desa tertentu yang tidak bisa dijangkau pihak PLN. Misalnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Karen PLN itu, mau membangun jaringan listrik melihat dulu, berapa rasio kebutuhan listriknya dan biaya yang dibutuhkan untuk membangun ke sana. Biasanya kalau kurang dari 100 kk mereka tidak mau," sebut Fahmi,kemarin.

Lanjutkan Fahmi, solusi untuk daerah-derah perkampungan yang tidak bisa dibangun oleh pihal PLN tersebut akan ditangani oleh Pemerintah Daerah dengan pembangunan jaringan listrim yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) sederhana, seperti PLTMH dan pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS).

"Kalau untuk pengembangan listrik EBT ini, kita koordinasi dengan PLN dulu, apakah daerah itu mau dibangun pihak PLN atau tidak. Tapi, sebelum dibangun kita melakukan study kelayakan terlebih dahulu," tukasnya.

 

 

Reporter : E. Haryanto

Editor     : Ansori