Romi Harap Ada Shering Provinsi

Kamis, 14 Maret 2019 - 20:48:03 | dibaca: 103 kali


Romy Haryanto
Romy Haryanto /

Radarjambi.co.id - MUARA SABAK - Besarnya biaya pembangunan Jembatan penghubung Nipah-Sadu, masih menjadi persoalan serius.

Meski Pemda Tanjab Timur, memastikan pembangunannya dengan pola multi years, namun Pemda Tanjab Timur sangat berharap ada shering dari Provinsi.

Permintaan adanya shering dari Provinsi, ini diungkapkan Bupati Tanjab Timur, H. Romi Hariyanto kepada Kepala Bapeda, Provinsi Jambi, Doni Iskandar, Kamis (14/3), saat Musyawarah Perecanaan Pembangunan (Musrembang), Kabupaten Tanjab Timur.

Romi mengatakan, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan pembangunan Jembatan Nipah-Sadu, akan menelan anggaran sekitar Rp. 200 Milyar. Anggaran sebesar itu pasti sangat membebani APBD Tanjab Timur, yang nilainya tidak mencapai Rp. 1 Triliun.

Sementara dilain sisi Jembatan Nipah-Sadu, sangat dibutuhkan.

Apalagi prencanaan pembangunan Jembatan Nipah-Sadu sudah dilakukan sejak 2012 yang lalu.

“Kalau berdasarkan perencanaan kita yang lama, itu rasanya kita tidak mampu. Makanya, ya kita minta bantulah dari Provinsi,”ungkapnya.

Menurut Romi, berdasarkan pembicaraannya dengan Kepala Bapeda Provinsi, pembangunan Jembatan Nipah-Sadu, yang mulanya direncanakan menggunakan rangka baja, akan dirubah menjadi gelder. 

Dengan perubahan ini, secara pembiayaan yang mulanya Rp. 200 juta akan berkurang sampai 45
persen.

“Yang penting itukan azaz mamfaatnya. Dan yang terpenting Jembatan itu harus dibangun,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bapeda Provinsi Jambi, Doni Iskandar mengatakan, pembangunan Jembatan Nipah-Sadu merupakan jalan keluar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Makanya, dengan adanya permintaan ini, menjadi tantagan tersendiri baginya. Apalagi, untuk ketersediaan infrastruktur di Tanjab Timur, masih minim sekali.

“Ini adalah niat baik. Saya kira ini harus kita pikirkan bersama, dan jarang-jarang Kabupaten yang jemput bola duluan. Makanya ini tantangan bagi saya,”katanya.

 

 

Reporter : Gunawan

Editor     : Ansori