Fasha Tinjau Pembangunan Sanitary landfill TPA Talang Gulo

Senin, 08 April 2019 - 20:51:17


Fasha ketika meninjau sanitasi Talang Gulo
Fasha ketika meninjau sanitasi Talang Gulo /

Radarjambi.co.id - KOTA JAMBI - Walikota Jambi Syarif Fasha meninjau pembangunan sanitary landfill di TPA Talang Gulo yaitu pembangunan baru sistem pengolahan sampah.

Yang tadinya di TPA talang gulo yang lama ini menggunakan semi kontrol Yang saat ini dalam tahap proses pelaksanaan, Senin (8/4).

Disampaikan Fasha bahwa pembangunan sanitary landfill ini dibiayai KFW yaitu bank pembangunan Jerman dan Balainya dari Kementerian PUPR, pembangunan ini dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan kerjasama dengan pemerintah kota Jambi untuk menyiapkan lahan dan bangunan bangunan lainnya.

“Diperkirakan Pembangunan yang dilaksanakan selama kurun waktu 18 bulan dan Ini sudah memasuki bulan ke 6 jadi masih ada 12 bulan lagi. Insya Allah nanti kalau ini selesai bisa untuk menampung lebih kurang 620 ribu kubik sampah 620 ribu kubik sampah itu diperkirakan bisa menampung sampah selama 5 tahun untuk satu sel. Kalau ini nanti sudah selesai pemerintah pusat berjanji juga akan menambah beberapa sel ke depan nantinya yang digunakan untuk cadangan. Apabila ini nanti sudah overload, ”terangnya.

Dikatakan Fasha bahwa proses penanganan di sanitary landfill ini diprioritaskan pada pemilahannya yaitu ada ada tiga sistem yang pertama sistem organik yang jadikan kompos dan lain sebagainya.

“Sistem recycle yaitu melalui bank sampah dan lain sebagainya terkait dengan sampah- sampah anorganik nanti diolah yang masih bisa diolah untuk recycle yang bermanfaat. Yang tidak bisa direcycle maka dikirim ke sini Jadi diperkirakan yang dikirim ke sanitary landfill adalah sekitar 50% dari sampah yang ada di kota Jambi. Jadi sampah-sampah anorganik, sampah di kota Jambi perhari lebih kurang 1.400 m3 atau lebih 600 sampai 650 ton, untuk sampah organik adalah 60%, anorganik 40%,”terangnya.

Disampaikan Fasha bahwa saat ini progres pekerjaan berdasarkan laporan dari pihak manager lapangan sudah diangka 11%, dan di waktu yang bersamaan pemerintah pusat mengalokasikan ada tiga lokasi yaitu di kota Jambi, Kabupaten Malang dan di Kabupaten Sidoarjo.

Namun Kota Jambi termasuk Kota yang tertinggi dalam pelaksanaannya.

“Termasuk fisik yang tertinggi setelah dipertanyakan dengan Kabupaten lain ternyata di provinsi Jambi, di kota Jambi khususnya fisik pelaksanaannya yang tinggi, karena apa?, Karena komitmen Pemerintah daerahnya menyiapkan lahan dan lain sebagainya di daerah lain itu masih bermasalah lahan dan lain sebagainya,”ujar Fasha.

“Talang gulo lama ini akan kita tutup ini lagi proses penutupan, karena memang untuk menutup ini memerlukan dana yang sangat besar. Karena ditutup dengan tanah dan juga ada lapisan nanti Apakah membran atau geotekstil menutup itu sehingga gas ini nanti akan dialirkan diubah menjadi energi,”ujarnya.

Menurut Fasha, gas energi dari metan ini kandungannya lebih kurang ada 1 juta kubik , timbunan sampah ini di perkirakan bisa puluhan tahun dapat diolah menjadi listrik maupun jadi gas rumah tangga.

“Saat ini sudah ada berapa rumah tangga di sini mungkin sekitar 50 atau 60 rumah tangga, saat ini kita lagi menyusun untuk pemasangan prasarananya nanti itu diperkirakan seluruh masyarakat di sini yang jumlahnya ratusan KK akan menggunakan listrik dan rumah tangga menggunakan gas dari metan ini nanti,”terangnya.

Disampaikan Fasha bahwa sampah yang ada ini masih dibuang di Talang Gulo, untuk beberapa tahun masih mencukupi. 

Karena dilaksanakan Sistem pemilihan di lokasi dengan perangkat Waste energi yang berada di Pasar Talang Banjar, yang setiap hari mengolah sampah organik sebesar 5 ton.

“5 ton itu lebih kurang sekitar 12 kubik sampah organik yang kita olah di sana, dan itu bermanfaat untuk 20 rumah tangga gas dan listriknya kita pakai untuk pasar Talang Banjar. Dan kita kedepan akan membangun banyak WTE di kecamatan - kecamatan jadi ke depan nanti kita akan mengelola sampah di sumbernya tidak mengolah sampah menjadi sumber nya kan kita olah menjadi energi,” terangnya.

 

 

Reporter : Musriah

Editor     : Ansori