Pemilu Pengaruhi Harga Sembako

Minggu, 21 April 2019 - 20:37:13 | dibaca: 71 kali


Ilustrasi
Ilustrasi /

 

Radarjambi.co.id - JAMBI - Beberapa kebutuhan pokok di Provinsi Jambi mengalami kenaikan, salah satunya harga ayam, bawang putih, cabai rawit, kol dan kentang.

Salah satu pedagang ayam di pasar angso duo mengaku tidak tahu penyebab naiknya harga ayam. Kata dia, kenaikan harga ayam sudah sekitar 5 hari yang lalu, namun penjualan masih stabil karena stok masih seperti biasanya. 

Riko mengatakan, harga ayam saat ini Rp 35 ribu per kilo, sebelum kenaikan hanya Rp 27 ribu. Dia juga berharap pemerintah seharusnya memberi tahu penyebab kenaikan tersebut.

"Harga ayam sudah naik sejak 5 hari yang lalu, kito dak enak jugo samo pelanggan. Bukannyo penjual ni senang kalau hargo naek, apo lagi kalo dak tau sebabnyo," ujar Riko yang sudah menjual ayam sejak 38 tahun yang lalu.

"Harusnyo sekali kali pedagang diajak ngumpul, dikasih tahu penyebab naiknyo. Kan ado asosiasi pedagang. Kalau ayam dikirim dari luar, wajar naik. Tapi ini kan dari lokal, jadi kami ni dak tahu penyebab naiknyo" tambah Riko.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Kordinasi Satgas Pangan sekaligus Kepala Dinas (Kadis) Perindag Provinsi Jambi Ariansyah mengatakan, untuk mengatasi harga yang mahal itu pemerintah akhirnya mengintruksikan kepada para pengusaha importir untuk menggelontorkan stok bawang putih kepada distributor yang ada di Jambi.

"Harga yang kemarin itu, per kilogramnya kalau nggak salah sampai dengan Rp43 ribu lebih ya," ungkapnya, Minggu (21/4).

Dari itu, Satgas Pangan Provinsi Jambi, kemarin melakukan operasi pasar, di Pasar Angso Duo Baru dan Pasar Talang Banjar Kota Jambi untuk menurunkan harga yang perkarungnya itu Rp 450 ribu.

Sementara masing masing bawang yang digelontorkan sebanyak 1,8 ton. Total mencapai 3,6 ton.

"Jadi kalau dihitung per kilogramnya ke pedagang eceran itu Rp22.000 ribu, untuk ke konsumen, perkilonya sekitar Rp32.000 ribu," terangnya.

Sedangkan harga cabe rawit, kemarin Sabtu (20/4) juga sempat mengalami kenaikan yang cukup tinggi yakni Rp65ribu/Kg karena menurutnya, petani cabe tidak melakukan panen.

"Alhamdulillah hari ini (kemarin, red) sudah turun lagi di Rp 40 ribu. Kenaikan tersebut disebabkan tanggal 17 April Pemilu serentak, infonya petani tidak melakukan panen cabe rawit," pungkasnya.

 

 

Reporter : E. Haryanto

Editor     : Ansori