Bupati Tebo Minta Pemprov Jambi Turun Tangan Selesaikan Konflik Warga dan PT LAJ

Rabu, 15 Mei 2019 - 23:13:02 | dibaca: 1115 kali


Alat berat yang diamankan warga selasa lalu
Alat berat yang diamankan warga selasa lalu /

 

radarjambi.co.id-TEBO-Bupati Tebo, Sukandar meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk ikut turun tangan terkait penyelesaian Konflik antara PT. Lestari Asri Jaya (LAJ) salah satu perusahaan pemegang konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di Tebo dengan warga desa Napal Putih Kecamatan Serai Serumpun Kabupaten Tebo yang mengakibatkan dibakarnya 5 Unit Alat berat milik PT LAJ oleh warga.


"Karena persoalan perizinannya sekarang ini ditangani oleh Pemprov Jambi, kami berharap dalam menyelesaikan konflik ini Pemprov Jambi ikut turun tangan,"tegas Sukandar kepada wartawan saat dijumpai di Kantor Bupati Tebo Rabu(15/5).


Sebagai Bupati Tebo dirinya menghimbau agar kedua belah pihak yang sedang berkonflik untuk dapat menahan diri.


"Saya himbau baik masyarakat maupun PT LAJ untuk dapat menahan diri sekarang ini,"lanjutnya lagi.


Orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo juga menyampaikan keheranannya bisa terjadi pembakaran alat berat milik PT LAJ oleh warga.


"Karena sebelumnya dalam mediasi yang dilakukan yang dihadiri oleh Asisten I Setda Tebo dan Wakapolres Tebo, 8 unit alat berat milik PT LAJ yang sempat disandera warga berhasil dikeluarkan dari lokasi dan pihak PT LAJ tidak akan melanjutkan pekerjaan, sudah berhasil dikeluarkan kok masuk lagi kelokasi, ini yang membuat saya heran dan bertanya-tanya ada apa,"sebutnya lagi.


Perlu diketahui bahwa Pembakaran alat berat tersebut merupakan buntut Konflik antara PT. Lestari Asri Jaya (LAJ) salah satu perusahaan pemegang konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di Tebo dengan warga desa Napal Putih Kecamatan Serai Serumpun Kabupaten Tebo, yang berakibat ditahannya 8 alat berat milik kontraktor PT LAJ oleh warga.

Informasi yang berhasil dirangkum dilapangan menyebutkan, konflik yang terjadi Minggu (12/5) kemarin bermula dari salah satu alat berat yang sedang melakukan pembersihan lahan (Land Clearing) diatas lahan yang sudah dikelola warga Desa Napal Putih dan dijadikan kebun karet yang diklaim PT LAJ masuk kedalam lahan konsesi milik mereka.

Reporter.     : Rian Juskal

Editor.          :  Ansory