DPRD Sidak PDAM Tirta Muaro Jambi Ulil Amri : Kalau Intake Bermasalah, Masyarakat Rasakan Dampaknya

Posted on 2026-01-26 23:07:10 dibaca 122 kali

Radarjambi.co.id-MUAROJAMBI-DPRD Kabupaten Muaro Jambi bersama Dinas PUPR melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PDAM Tirta Muaro Jambi. Sidak ini mengungkap persoalan serius pada infrastruktur utama PDAM, mulai dari kerusakan pompa intake, pipa transmisi, hingga pasokan listrik, yang berdampak langsung pada pelayanan air bersih bagi ribuan warga, khususnya di kawasan padat penduduk Mendalo.

Anggota DPRD Muaro Jambi Fraksi PAN, Ulil Amri, menegaskan bahwa persoalan air bersih kini menjadi perhatian utama Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno pasca dilantik. Menurutnya, air minum adalah pelayanan dasar yang tidak bisa lagi ditunda penyelesaiannya.

“Jumlah pelanggan PDAM mencapai sekitar 18 ribu, dan hampir 11 ribu di antaranya berada di Mendalo. Kalau intake bermasalah, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegas Ulil.

Hasil sidak menunjukkan, masalah paling krusial berada di intake PDAM, terutama pada pompa air yang sudah tidak optimal, jaringan pipa transmisi yang bermasalah, serta daya listrik IPA yang masih menggunakan jalur umum sehingga sering mengalami pemadaman.

“Kondisi ini menyebabkan distribusi air tidak maksimal. Bahkan di jalur sekolah dan kawasan Mendalo, air kerap tidak mengalir. Ini sudah masuk kategori darurat pelayanan,” ujarnya.

DPRD bersama PUPR dan PDAM sepakat membagi penanganan menjadi dua skema, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, DPRD mendorong pengadaan pompa baru, peningkatan daya listrik, serta pengalihan jalur listrik IPA ke jalur khusus agar distribusi air lebih stabil.

Sementara untuk jangka panjang, pembangunan intake baru menjadi solusi utama.
Ulil menyebut, rencana pembangunan intake tersebut telah masuk dalam daftar RPJMN dengan nilai kelayakan di atas 90 persen. Ia berharap dukungan anggaran pusat bisa terealisasi mulai tahun 2026 atau 2027.

Ulil juga menyoroti lemahnya respons PDAM terhadap keluhan masyarakat, terutama saat bulan Ramadan. “Air tidak mengalir, masyarakat kesulitan berwudu dan sahur. Ini soal kebutuhan dasar dan ibadah. PDAM harus lebih cepat merespons,” katanya.

Dari sisi keuangan, DPRD mengungkap potensi pendapatan PDAM Mendalo sebenarnya cukup besar, mencapai Rp800 juta per bulan. Namun realisasi saat ini baru sekitar Rp500 juta, akibat banyaknya meteran air rusak dan infrastruktur yang belum optimal.

“Artinya ada potensi . Ini harus segera dibenahi. Percuma bicara pengembangan kalau masalah dasar belum selesai,” kritik Ulil.
Ia juga menilai subsidi Pemkab Muaro. Jambi sebesar Rp.1 M per tahun untuk PDAM masih jauh dari cukup, mengingat biaya listrik saja mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun.

“Fokus kita sekarang jelas, benahi intake, listrik, dan distribusi. Kalau infrastruktur kuat, pelayanan membaik, pendapatan naik, dan PDAM bisa sehat,” pungkasnya.(akd)

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id