RADARJAMBI.CO.ID, SAROLANGUN - Bencana Banjir yang terjadi di kabupaten Sarolangun pada Minggu (26/04) mengakibatkan tiga Jembatan Gantung (Jamtung) mengalami putus total.
Ketiga Jamtung tersebut, yakni Jamtung desa Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai, Jamtung desa Tanjung Gagak, Kecamatan Bathin VIII dan Jamtung desa Muaro Lati, Kecamatan Bathin VIII.
Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika saat meninjau banjir di wilayah Bathin VIII Bersama Dandim Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, Wakapolres Kompol S Berutu, Kepala BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri pada Senin (27/04/2026) mengatakan, jika berdasarkan pemantauan di lapangan, tercatat 7 Jamtung mengalami kerusakan, tiga Jamtung putus, tiga Jamtung mengalami rusak berat dan satu Jamtung mengalami rusak ringan.
"Tiga jembatan gantung putus yakni, di desa Bukit Berantai, desa Tanjung Gagak dan Desa Muaro Lati. Tiga Jamtung alami rusak berat, yakni di desa Simpang Narso, desa Teluk Kecimbung dan desa Pulau Melako. Satu Jamtung alami rusak ringan di Desa Sungai Abang,"katanya.
Ketika disinggung jumlah korban jia akibat bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Sarolangun, dikatakan Gerry Alhamdulillah tidak ada.
"Kita memberika apresiasi kepada seluruh personil BPBD, TNI, Polri dan Damkar yang telah siaga dan sigap dalam membantu evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir,"ucapnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri mengatakan, bahwa terangkum sebanyak 1.551 rumah warga terdampak banjir, 1.693 KK dan 1.983 Jiwa.
"Tercatat sembilan rumah warga yang mengalami kerusakan, diantaranya 4 rumah alami rusak ringan, 3 rumah mengalami rusak berat dan 2 mengalami rusak total,"katanya.
Dipaparkan Solahuddin Nopri, bahwa benacana banjir melanda lima kecamatan, yakni 7 Desa di Kecamatan Batang Asai, 8 Desa di kecamatan Bathin VIII, 2 Desa di Kecamatan Limun, 6 Desa di Kecamatan CNG dan 5 Desa di Kecamatan Sarolangun, totalnya 28 desa,"ungkapnya.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak banjir, diantaranya 9 unit sekolah yakni 1 di desa Teluk Rendah, 4 di desa Lubuk Resam Ilir, 1 di desa Pemuncak, 3 di desa Tendah.
"Dihimbau kepada masyarakat Sarolangun, khususnya yang berada di daerah aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir."pungkasnya. (ciz)