Radarjambi.Co.Id - Jambi, Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap investor, pelaku usaha dan dunia bisnis di Tanah Pilih Pusako Batuah, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar kegiatan Temu Bisnis dan Penganugerahan Investment Award Kota Jambi Tahun 2026, pada Rabu malam (20/05/2026), di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.
Mengusung tema “Menguatkan Kemitraan, Mendorong Investasi Berkelanjutan, Mewujudkan Kota Jambi Bahagia”, kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat kolaborasi dengan dihadiri langsung Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., sekaligus menyerahkan Penghargaan Investment Award kepada sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi besar terhadap pertumbuhan investasi dan pembangunan ekonomi di Kota Jambi.
Dikesempatan ini, turut hadir Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Deflinur Rizky Novhamzah, S.T., M.M., M.Sc, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Tedy Arief Budiman, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Jambi Saiful Roswandi, S.Pd.I., M.H, Deputi Kepala OJK Jambi Septarini Geminastitie, jajaran Forkopimda Kota Jambi, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kota Jambi, pimpinan perbankan, organisasi pengusaha, hingga para pelaku usaha dan investor.
Penghargaan Investment Award diberikan kepada pelaku usaha dalam tiga kategori, yakni kategori Kepatuhan Pelaku Usaha dalam Penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM); Realisasi investasi tertinggi; dan Pelaku usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja lokal. Penghargaan ini diberikan dalam rangka membangun ekosistem investasi yang semakin kuat, sehat, dan berkelanjutan.
Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus membuka ruang seluas-luasnya bagi para investor untuk menanamkan modal di Kota Jambi, sehingga berdampak terhadap perputaran roda perekonomian dan turut mengurangi angka pengangguran melalui terbukanya lapangan pekerjaan.
“Kota Jambi adalah kota perdagangan dan jasa, maka kami memberi karpet merah untuk para investor yang akan berinvestasi,ini merupakan arah pembangunan Kota Jambi ke depan. Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi benar-benar ditopang oleh kemitraan yang kuat, investasi yang berkualitas, dan pembangunan yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar Maulana.
Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai langkah strategis. Diantaranya, Percepatan pelayanan perizinan berbasis digital; Peningkatan kepastian hukum dan kemudahan berusaha; Pembangunan infrastruktur dan konektivitas kota; Penguatan ekonomi kreatif dan UMKM; serta Pengembangan kawasan perdagangan dan jasa yang modern dan terintegrasi.
Ia menyebut, kegiatan Temu Bisnis dan Penganugerahan Investment Award Kota Jambi Tahun 2026 ini merupakan langkah strategis dari Pemerintah Kota untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat serta mendorong investasi daerah, sebagai agenda rutin tahunan guna membangun komunikasi dan kemitraan yang lebih kuat antara pemerintah dan dunia usaha.
“Kami mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan. Dengan investasi yang terus meningkat tentu akan membuka lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat kemitraan dengan usaha mikro dan kecil. Ini penting karena Kota Jambi merupakan kota perdagangan dan jasa,” ,” sebutnya.
Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan capaian positif pembangunan Kota Jambi sepanjang tahun 2025 meski ditengah tantangan ekonomi global dan dinamika nasional. Dimana, Kota Jambi dinilai berhasil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Pertumbuhan ekonomi Kota Jambi meningkat dari 4,88 persen pada tahun 2024 menjadi 5,13 persen pada tahun 2025. Pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat dari sekitar Rp68,5 juta menjadi Rp73,6 juta per tahun. Selain itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 7,69 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi sekitar 7,08 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia Kota Jambi meningkat mencapai angka 82,32.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kontribusi dunia usaha dan investor yang terus mempercayai Kota Jambi sebagai daerah tujuan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi. Oleh karena itu, untuk mendukung iklim investasi yang semakin kondusif, Pemerintah Kota Jambi terus melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya percepatan pelayanan perizinan berbasis digital, peningkatan kepastian hukum dan kemudahan berusaha, pembangunan infrastruktur dan konektivitas kota, penguatan ekonomi kreatif dan UMKM, serta pengembangan kawasan perdagangan dan jasa yang modern dan terintegrasi.
“Kita juga bersyukur bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi tahun 2025 berhasil melampaui target, mencapai sekitar Rp. 615 miliar lebih atau 101,45 persen dari target yang ditetapkan,” tambahnya.
Ia menekankan, bahwa investasi masa depan bukan hanya berbicara mengenai modal dan keuntungan ekonomi semata, melainkan juga harus mampu membuka lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, mendukung transformasi ekonomi hijau dan digital, memberdayakan UMKM lokal, serta menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Jambi mendorong investasi yang berorientasi pada keberlanjutan, inklusif, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Deflinur Rizky Novhamzah menyampaikan apresiasi atas langkah progresif Pemerintah Kota Jambi dalam membangun ekosistem investasi daerah. Menurutnya, Kota Jambi memiliki sinyal positif dan energi baru dalam pengembangan investasi, terutama melalui sistem pelayanan elektronik terintegrasi dan penguatan ekonomi kreatif serta sektor pariwisata.
“Saya melihat energi baru, penggunaan sistem elektronik terintegrasi, kemudian ide-ide inovatif khususnya ekonomi kreatif dan pariwisata. Saya rasa ini akan membawa Kota Jambi ke arah yang lebih baik dan peningkatan investasi akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan strategi peningkatan iklim investasi yang saat ini didorong pemerintah pusat, meliputi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR), mendorong usaha besar masuk ke sektor prioritas, pemberdayaan UMKM, serta mendorong UMKM masuk ke rantai pasok investasi usaha besar melalui kemitraan.
Dikesempatan yang sama, Kepala DPMPTSP Kota Jambi Abu Bakar, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan sejalan dengan arahan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Republik Indonesia melalui regulasi tentang pelaksanaan penanaman modal dan kemitraan usaha besar dengan UMKM.
Melalui tema yang diusung, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan investasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan sektor usaha besar, tetapi juga memperkuat pelaku usaha lokal, meningkatkan kemitraan dengan UMKM, serta menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Jambi.
“Tema ini adalah harapan besar, bahwa investasi yang hadir di Kota Jambi, bukan hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi pada sektor usaha besar, tetapi juga mampu menciptakan pemerataan manfaat, dengan memperkuat pelaku usaha lokal, meningkarkan kemitraan dgn Usaha Mikro Kecil dan Menengah, serta menghadirkan kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat luas,” ucap Abu.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menghadirkan ruang dialog dan membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat ekosistem investasi daerah yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan demi terwujudnya Kota Jambi Bahagia.
Berikut pemberian penghargaan kepada perusahaan dan pelaku usaha dalam beberapa kategori Investment Award Kota Jambi Tahun 2026.
1. Kategori Kepatuhan Penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal diberikan kepada PT. Wira Viona (Jambi Prima Mall) dan PT. Ratu Permata Hotelindo (O Dua Weston).
2. Kategori Penanaman Modal diberikan kepada PT. Golden First Atlanta (RS Siloam Jambi) dan PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).
3. Kategori Realisasi Investasi Tertinggi diberikan kepada PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) dan PT. Indofood CBP Sukses Makmur.
4. Sedangkan kategori Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Terbanyak diberikan kepada PT. Sabang Raya Hotel (Aston Hotel), PT. Jambi Permai Abadi (BW Luxury Hotel), serta PT. Selaras Jaya Indah Hotelindo (Swiss-Bellhotel).(*)