Pemkab Sarolangun Gelar Sholat Istisqo Memohon Turun Hujan

Posted on 2026-09-02 23:21:38 dibaca 109 kali

RADARJAMBI.CO.ID, SAROLANGUN - Pemkab Sarolangun bersama elemen masyarakat melaksanakan sholat ashar berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengan sholat Istisqo memohon kepada Allah SWT untuk dirunkan hujan, Rabu (2/09), sore bertempat di lapangan Gunung Kembang, Kompleks Perkantoran Bupati Sarolangun,

Kabag Kesra, Junaidi bertindak sebagai imam sholat ashar. Ustadz Al Munawir bertindak sebagai imam sholat istisqo.

Hadir Bupati Sarolangun, H. Hurmin, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, Kajari Sarolangun Taufik, SH, Danyon TP 896 Letkol Inf Mansyur Her Alam.

Selain itu hadir, Kepala OPD, MUI Sarolangun, Ormas, OKP, Para Camat, Lurah, KUA, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sambutan Bupati Sarolangun, H Hurmin mengatakan, kemarau panjang tidak hanya menyebabkan kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

"Kemarau yang panjang berpotensi mengganggu kesehatan, transportasi, pendidikan, perekonomian serta kualitas kehidupan masyarakat,"ujar Hurmin.

Pelaksanaan sholat istisqo, kata Bupati Sarolangun, hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai permohonan agar Allah SWT menurunkan hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbanyak istighfar dan bertaubat.

"Marilah kita renungkan, mungkin musibah kekeringan dan tertahannya tetesan air hujan dari langit adalah buah dari kelalaian tangan-tangan kita sendiri,"sebutnya.

Bupati menegaskan, Pemkab Sarolangun telah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi dampak musim kemarau. Namun, ikhtiar tersebut harus dilengkapi dengan pendekatan spiritual melalui doa dan permohonan kepada sang pencipta.

"Pemerintah daerah terus berupaya mengatasi dampak kemarau melalui berbagai langkah nyata. Namun, seluruh upaya itu harus kita sempurnakan dengan ikhtiar spiritual melalui doa dan shalawat bersama,"katanya.

Hurmin juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya berdoa meminta hujan, tetapi ikut menjaga lingkungan agar bencana kekeringan maupun Karhutla dapat dicegah.

Selain itu, Bupati Hurmin mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan segera melapor apabila menemukan titik api.

"Jangan membuka lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok di sembarang tempat dan segera laporkan jika menemukan titik api di sekitar kita,"jelasnya.

Khutbah KH Dr Sofwan, M.Pd menyampaikan, bahwa kondisi cuaca yang semakin tidak menentu harus menjadi bahan renungan bersama.

Menurutnya, siklus musim penghujan dan kemarau semakin sulit diprediksi. Suhu bumi juga semakin tinggi, salah satunya akibat kerusakan lingkungan, termasuk semakin gundulnya kawasan pegunungan dan tandusnya lahan.

"Ketika musim penghujan datang, bencana pun sudah mengintai seperti tanah longsor. Karena tidak adanya resapan air dan pohon yang menguatkan tanah, air mengalir dengan cepat dan mengakibatkan banjir,"sebutnya.

KH Sofwan mengajak seluruh masyarakat membangun komitmen untuk merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab manusia.

"Komitmen kita merawat jagad raya itu perlu, sehingga air tetap bisa mengalir membawa rahmat bagi alam semesta. Di antaranya dengan tidak menebang pohon sembarangan,"tandasnya.(ciz)

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id