Severity: Warning
Message: fopen(/tmp/rj_clssess_qec6gskohnpgbgf98c4s6brs7g2od14f): Failed to open stream: No space left on device
Filename: drivers/Session_files_driver.php
Line Number: 178
Backtrace:
File: /var/www/radarjambi.co.id/application/controllers/Berita.php
Line: 7
Function: __construct
File: /var/www/radarjambi.co.id/index.php
Line: 321
Function: require_once
Severity: Warning
Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /tmp)
Filename: Session/Session.php
Line Number: 143
Backtrace:
File: /var/www/radarjambi.co.id/application/controllers/Berita.php
Line: 7
Function: __construct
File: /var/www/radarjambi.co.id/index.php
Line: 321
Function: require_once
Ahmad Jahfar
Radarjambi.co.id, TANJABBAR - Wakil Ketua DPRD Tanjab, Ahmad Jahfar meminta Pemkab Tanjab Barat agar memberikan kemudahan bagi pelajar dan mahasiswa dalam memperoleh hasil rapid test sebagai persyaratan melanjutkan KBM pada era normal baru.
Pemkab juga diminta mengeluarkan kebijakan khusus dengan menggratiskan biaya rapid test bagi pelajar dan mahasiswa.
"Saya kira Pemkab wajib memberikan perhatian khusus kepada anak-anak kita yang mau sekolah (ke luar daerah)," tutur Jahfar.
Menunutnya, Pemkab harus bisa melihat perkembangan situasi ekonomi yang semakin sulit akibat pandemi covid-19.
Salah satunya beban para orang tua dalam melengkapi syarat ke luar daerah harus mengantongi hasil rapid test non reaktif.
"Ya subsidi biaya pendididikan di semua jenjang paling tidak rapid test secara kolektif," ujarnya.
Dewan perwakilan dari Partai Golkar ini juga meminta Pemkab menyikapi beban para orang tua pelajar dan mahasiswa yang harus melakukan rapid test sebagau syarat untuk bisa melakukan perjalanan ke luar daerah.
Ia juga menekankan agar kebijakan tersebut tidak hanya dijadikan profit oriented oleh pihak rumah sakit di tengah situasi serba sulit.
Untuk menghindari rumah sakit agar tidak kesulitan memberikan layanan test dan keterangan kesehatan, Jahfar juga meminta Pemkab agar tidak menerbitkan intruksi mendadak jelang mulainya kalender pendidikan pada 13 Juli mendatang.
"Harus segera ditindak lanjuti. Jangan malah jadi ajang bisnis," tegasnya. (ken)
Editor : Ansory S