OJK Minta Investor Kripto Pahami Data Fundamental sebelum Bertransaksi

Posted on 2026-04-07 19:07:53 dibaca 52 kali

Radarjambi.Co.Id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar memahami data fundamental sebelum berinvestasi di aset kripto guna meminimalkan risiko dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Imbauan tersebut disampaikan dalam pembukaan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik terhadap aset keuangan digital agar dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa aktivitas transaksi kripto harus dilakukan secara seimbang dengan mengedepankan analisis data yang kuat serta mempertimbangkan potensi ke depan.

“Investasi di aset kripto tidak bisa hanya mengikuti tren. Masyarakat harus memahami data fundamental, profil risiko, serta prospek aset yang dipilih agar tidak terjebak dalam keputusan spekulatif,” ujar Adi.

Menurutnya, perdagangan aset kripto kini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, OJK terus mendorong penguatan tata kelola industri sekaligus perlindungan konsumen demi menjaga keberlanjutan ekosistem.

“Literasi menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga investor yang cerdas dan bertanggung jawab,” tambahnya.

OJK juga menilai aset kripto memiliki potensi sebagai bagian dari masa depan pasar keuangan yang dapat berkontribusi terhadap penerimaan negara. Data Direktorat Jenderal Pajak mencatat penerimaan pajak dari aset kripto mencapai Rp796,73 miliar sepanjang 2025 dan meningkat menjadi Rp1,96 triliun hingga Februari 2026.

Di sisi lain, nilai transaksi aset kripto pada 2025 tercatat sebesar Rp482,23 triliun, menurun dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun. Penurunan ini dipengaruhi faktor global serta siklus pasar kripto.

Meski demikian, tingkat adopsi kripto di Indonesia tetap tinggi. Hal ini tercermin dari posisi Indonesia yang berada di peringkat ke-7 dalam Global Crypto Adoption Index 2025.

Melalui BLK 2026, OJK mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem aset keuangan digital yang kuat, berdaya saing, dan memberikan manfaat luas bagi perekonomian nasional.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia, Robby, menyatakan bahwa industri aset keuangan digital di Indonesia saat ini memiliki fondasi yang kuat dan mampu bersaing secara global.

“Dengan fondasi ekosistem yang sudah terbentuk, kami optimistis industri ini dapat terus tumbuh. Namun, literasi tetap menjadi faktor penting agar pertumbuhan tersebut berjalan sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ekosistem kripto nasional ditopang oleh tiga pilar utama, yakni bursa sebagai infrastruktur transaksi, pedagang sebagai akses bagi investor ritel, serta kliring dan kustodi yang menjamin keamanan aset.

Bulan Literasi Kripto merupakan bagian dari program edukasi berkelanjutan yang dijalankan OJK bersama ABI. Tahun ini, kegiatan akan digelar di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Solo, Yogyakarta, dan Manado.

Program BLK 2026 mencakup tiga fokus utama, yakni literasi kripto untuk masyarakat umum, literasi blockchain bagi kalangan akademisi dan pengembang, serta literasi kripto untuk aparat penegak hukum.

Hingga Februari 2026, jumlah akun konsumen aset kripto tercatat mencapai 21,07 juta, menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat seiring berkembangnya ekosistem digital di Indonesia.(*)

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id