Impian Perkuliahan Bahasa Indonesia

Posted on 2026-06-04 17:14:29 dibaca 35 kali

Radarjambi.co.id-Salah satu mata kuliah (MK) di perguruan tinggi (PT) adalah Bahasa Indonesia. Sebagian PT menyebutnya sebagai mata kuliah umum (MKU) dan sebagian PT lainnya menyebutnya sebagai mata kuliah institusi (MKI).

Terlepas dari penyebutannya, MK Bahasa Indonesia bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Dalam tulisan singkat ini, penulis mengulas hal-hal ideal/impian dari perkuliahan Bahasa Indonesia berikut tantangannya. Mari kita ulas!

Secara administratif, MK Bahasa Indonesia memiliki capaian pembelajaran lulusan (CPL). Setidaknya, ada dua CPL dalam MK Bahasa Indonesia.

Pertama, mampu berperan sebagai warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, taat hukum dan disiplin, menghayati keanekaragaman, mandiri, dan bertanggung jawab.

Butir pertama CPL ini kelak memberikan dampak keluar bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan Bahasa Indonesia.

Kedua, menerapkan pemikiran ilmiah dalam pengambilan keputusan dan kajian deskriptif saintifik ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan nilai kemanusiaan sesuai bidang keahliannya.

Butir kedua CPL ini kelak memberikan dampak ke dalam bagi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan Bahasa Indonesia. Paling tidak, mahasiswa mampu menerapkan kaidah-kaidah kebahasaan bahasa Indonesia, seperti Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Edisi V.

Implementasi CPL

Butir pertama CPL dapat diimplementasikan menjadi capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) pertama. Yaitu, mampu berperan sebagai warga negara yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dengan menghayati sejarah, peranan, dan ragam bahasa Indonesia.

Mahasiswa sebagai peserta perkuliahan Bahasa Indonesia diharapkan dapat memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dengan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dilihat dari aspek komunikatif. Artinya, mahasiswa sebagai warga negara Indonesia (WNI) dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Misalnya, saat berkomunikasi dengan teman sebaya, ia menggunakan bahasa Indonesia ragam informal. Sebaliknya, saat berkomunikasi dengan dosen atau orang tua, ia menggunakan bahasa Indonesia ragam hormat.

Tantangan atas penggunaan bahasa Indonesia yang baik tampak nyata. Seringkali mahasiswa tidak/kurang bisa membedakan antara konteks formal dan informal saat berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Contohnya, penggunaan tanda tanya (?) pada teks aplikasi digital:

“Maaf, Pak, apakah hari ini dapat bimbingan skripsi di kampus???”. Penggunaan tanda tanya sampai tiga kali semestinya tidak perlu, toh maksud di balik kalimat itu mudah dipahami.

Selanjutnya, penggunaan bahasa Indonesia yang benar dilihat dari aspek kaidah kebahasaan. Artinya, mahasiswa sebagai WNI juga dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah kebahasaan.

Misalnya, penulisan kata akta (bentuk baku) dan akte (bentuk tidak baku) perlu dipahami oleh mahasiswa Fakultas Hukum. Kedua kata itu dapat dicek dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi VI.

Tantangan atas penggunaan bahasa Indonesia yang benar juga tampak nyata. Mahasiswa dapat mengambil contoh penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.

Kita begitu mudah menjumpai bentuk-bentuk kesalahan kata, seperti apotik (harusnya apotek), praktek (harusnya praktik), dan fotocopy (harusnya fotokopi). Atas fakta-fakta itu, mahasiswa lulusan MK Bahasa Indonesia dapat melakukan perbaikan atas kesalahan-kesalahan tadi.

Berpikir Ilmiah dan Saintifik

Berikutnya, butir kedua CPL dapat diimplementasikan menjadi CPMK kedua. Yaitu, mampu menerapkan pemikiran ilmiah dalam pengambilan keputusan dan kajian deskriptif saintifik sesuai keilmuan dalam bahasa Indonesia.

Mahasiswa sebagai peserta perkuliahan Bahasa Indonesia diharapkan dapat menerapkan pemikiran ilmiah dalam pengambilan keputusan dan kajian deskriptif saintifik sesuai dengan keilmuannya masing-masing.

Dalam praktiknya, mahasiswa dilatih berpikir ilmiah dan saintifik di kelas. Sebagai contoh, mahasiswa diminta mengakses Google Scholar untuk mencari artikel-artikel jurnal yang relevan dengan bidang keilmuannya.

Setelah itu, mahasiswa membaca artikel-artikel tadi dan membuat resumenya. Kemudian resume itu diolah sedemikian rupa menjadi esai ilmiah yang menjadi tugas akhir kuliah Bahasa Indonesia. Kelak, akan diterbitkan buku antologi esai ilmiah.

Akhirnya, profil lulusan dari perkuliahan Bahasa Indonesia adalah mahasiswa yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, serta berpikir ilmiah dan saintifik sesuai dengan keilmuan masing-masing.

Guna mewujudkan profil tersebut, para dosen MKI/MKU Bahasa Indonesia harus memiliki dedikasi, inovasi, dan profesionalisme mengajar di kelas. Tanpa itu, penulis kira, perkuliahan Bahasa Indonesia nyaris tidak berdampak. Semoga tidak.(*)

 

 

 

Penulis : Sudaryanto, Siti Salamah, dan Purwati Zisca Diana Dosen Mata Kuliah Institusi (MKI) Bahasa Indonesia,  Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id