IBMA Resmi Dibentuk, Pegadaian Dorong Ekosistem Emas Indonesia Berstandar Internasional

Posted on 2026-08-21 15:24:03 dibaca 58 kali

Radarjambi.Co.Id - JAKARTA, Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ekosistem industri emas nasional.

Peresmian IBMA berlangsung di BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Pembentukan asosiasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi, standardisasi, edukasi serta pengembangan pasar bullion di Indonesia.

Pembentukan IBMA sejalan dengan peluncuran kegiatan usaha bullion atau Layanan Bank Emas oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025.

Setelah satu tahun berjalan, industri bullion Indonesia menunjukkan perkembangan positif dengan mulai terbentuknya fondasi ekosistem sekaligus besarnya potensi pasar bullion nasional.

Saat ini, bullion bank di Indonesia telah mengelola lebih dari 170 ton emas, dengan 153 ton di antaranya dikelola Pegadaian. Capaian tersebut mendapat apresiasi Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, 14 Agustus 2026.

Peresmian IBMA dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti yang juga Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, serta Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.

Peresmian tersebut turut disaksikan 11 founder IBMA yang masing-masing diwakili direktur utama perusahaan. Sejumlah pejabat dan perwakilan industri turut hadir, termasuk perwakilan OJK, BPI Danantara, Badan Standardisasi Nasional, Bappebti, World Gold Council dan Malaysia Gold Association.

Satukan Pelaku Industri Emas dari Hulu hingga Hilir

Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pasar bullion karena merupakan salah satu produsen emas terbesar dunia.

Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya optimal karena sebelumnya belum terdapat lembaga yang menyatukan para pelaku usaha sekaligus mendorong penerapan standar industri yang seragam.

IBMA hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menjadi mitra strategis regulator sekaligus jembatan yang menghubungkan para pemangku kepentingan dari sektor hulu hingga hilir.

Ekosistem tersebut mencakup sektor pertambangan, jasa keuangan, pemurnian atau refinery, manufaktur hingga berbagai jasa pendukung bisnis lainnya.

Sejumlah perusahaan yang telah bergabung dalam IBMA antara lain PT Pegadaian, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk, Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana dan PT Laku Emas Indonesia.

Pegadaian: Momentum Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, mengatakan pembentukan IBMA menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem emas nasional sekaligus membuka peluang lebih luas bagi Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah komoditas emas.

“Pembentukan Indonesia Bullion Market Association merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem emas Indonesia dari hulu hingga hilir. Bagi Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, perkembangan ekosistem bullion ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan literasi masyarakat mengenai emas sekaligus memperluas akses terhadap berbagai layanan keuangan berbasis emas yang aman dan terpercaya,” ujar Novryandi.

Berdasarkan data World Gold Council yang tercantum dalam siaran pers, produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai 104 ton dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 dunia.

Potensi tersebut juga didukung tren global berupa meningkatnya permintaan investasi emas melalui ETF serta pembelian emas batangan dan koin.

Melalui integrasi IBMA, hilirisasi komoditas emas diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Instrumen keuangan berbasis emas seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan dan penitipan emas juga berpotensi semakin beragam, sekaligus menciptakan pasar yang lebih dalam dengan tingkat likuiditas lebih tinggi.

Buka Akses Investasi dan Pembiayaan Berbasis Emas

Novryandi menambahkan, penguatan ekosistem bullion nasional sejalan dengan transformasi Pegadaian sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia.

Menurutnya, ekosistem yang semakin terintegrasi akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, pelaku usaha, investor hingga perekonomian nasional.

“Pegadaian Kanwil III Sumbagsel melihat pengembangan pasar bullion bukan hanya sebagai peluang pertumbuhan industri emas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan dan perekonomian daerah. Dengan ekosistem emas yang semakin terintegrasi, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan untuk berinvestasi, memperoleh pembiayaan berbasis emas, maupun memanfaatkan layanan emas secara produktif,” tambah Novryandi.

Seluruh anggota IBMA berkomitmen mengoptimalkan potensi emas nasional melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dan berdaya saing global.

Pengembangan produk bullion, penguatan sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha serta peningkatan literasi masyarakat akan terus didorong untuk memperluas basis investor dan meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.

Pembentukan IBMA sekaligus menjadi langkah bersama para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi peluang, menjawab tantangan dan memperkuat arah kebijakan dalam membangun rantai nilai emas nasional dari hulu hingga hilir.

Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan inovasi produk keuangan dan perdagangan berbasis emas yang inklusif, transparan dan berkelanjutan.(*)

Copyright 2018 Radarjambi.co.id

Alamat: Jl. Kol. Amir Hamzah No. 35 RT. 22 Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi, Jambi.

Telpon: (0741) 668844 / 081366282955/ 085377131818

E-Mail: radarjambi12@gmail.co.id