Tunggakan Listrik Capai Rp.240 Juta

Jumat, 02 November 2018 - 10:50:06


Ilustrasi
Ilustrasi /

radarjambi.co.id-MUARABULIAN-Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Muarabulian, mencatat pada tahun 2018 ini sedikitnya ratusan pelanggan dilakukan pemutusan sambungan aliran listrik.
Hal ini terpaksa dilakukan bagi para pelanggan yang menunggak pembayaran tagihan listrik perbulannya.


Hal ini diungkapkan oleh Kepala PLN Rayon Muarabulian, Ery Adhityo.
Dijelaskannya, bahwa jumlah tersebut merupakan hasil pendataan dan penertiban yang dilakukan pihak PLN sepanjang tahun ini.

"Pemutusan sambungan ini dipicu akibat para pelanggan telah mengalami penunggakan tagihan lebih dari tiga bulan sehingga tidak lagi mampu untuk membayar kewajiban serta denda tagihan tunggakan listrik tersebut," ujar Ery.

Seratus pelanggan yang mengalami pemutusan ini dinilai tidak lagi mampu untuk membayar tagihan, yang kemudian akhirnya dilakukan pemutusan sambungan aliran listrik oleh pihak petugas PLN.

"Tagihan menunggak itu tersebar di setiap kecamatan dalam wilayah Kabupaten Batanghari," benernya.

Kemudian Ery menambahkan bahwa petugas pln sendiri telah melakukan pemutusan sesuai dengan prosedur atau tahapan-tahapan yang telah ditentukan, salah satunya yakni mulai dari peringatan secara tertulis hingga akhirnya pemberitahuan pemutusan.

"Sebanyak 660 pelanggan rumah tangga yang menunggak,"terangnya.
Disambung Ery, pihak perusahaan listrik Negara Rayon Muara Bulian sejauh ini masih terus berupaya untuk melakukan penagihan terhadap setiap pelanggan, pasalnya dari 30 ribu pelanggan hingga saat ini tercatat sebanyak 660 pelanggan yang saat ini masih menunggak pembayaran tagihan listrik.

"Nominal tunggakan mencapai Rp. 240 juta rupiah rata-rata menunggak selama dua bulan," bebernya.

Namun demikian, diakuinya jumlah tunggakan ini menurutnya mengalami penurunan jika dibanding dua bulan sebelumnya dimana pada bulan juni 2018 lalu tercatat sebanyak 1.600 pelanggan yang menunggak dengan jumlah total tagihan mencapai Rp. 600 juta.

"Untuk tunggakan yang berasal dari pelanggan rumah tangga ini mayoritas menunggak selama dua bulan," tutup Ery.

 

 

reporter   : didi

editor      : ansori