Gubernur Jambi Fachrori Pimpin Upacara Hari Pancasila

Sabtu, 01 Juni 2019 - 15:59:02


Gubernur Jambi Fachrori Umar saat memimpin ucapara.
Gubernur Jambi Fachrori Umar saat memimpin ucapara. /

RADARJAMBI.CO.ID,-Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachroroi Umar,M.Hum mengajak seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia. Ajakan tersebut dikemukakannya saat sesi wawancara usai melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di lapangan depan Kantor Gubernur Jambi, Sabtu (1/6/2019).

Upacara yang diikuti oleh para pejabat pemerintahan di Provinsi Jambi, baik instansi Pemerintahan Daerah maupun instransi vertikal, TNI dan Polri, perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN), perwakilan mahasiswa dan pelajar tersebut berlangsung dengan khidmat. Dalam kondisi puasa Ramadhan, para peserta upacara tetap mengikuti upacara dengan tertib, daari awal hingga akhir.

Selaku inspektur upacara, dalam amanat pembicna upacara, Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar membacakan sambutan tertulis Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Hariyono.

Dalam sambutan tersebut dijelaskan, keberagaman secara natural merupakan karakteristik ke-Indonesia-an, demikian pula secara antropologis dan sosiologis, keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan, dan budaya yang ada di Indonesia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang.

DIjelaskan dalam sambutan tersebut bahwa Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-Indonesia-an, baik sebagai bangsa mapun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.

Selanjutnya ditegaskan bahwa Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna, hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yng inklusif. Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus-menerus, Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong, keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasil asebagai bintang penuntun, keberagaman yang ada dapat dirajut menjasi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika,” ungkapnya.

“Peringatan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum “Perumusan Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan Pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Jadi, 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahitan Pancasila sudah tidak diperlukan lagi, yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus-menerus, guna membangun kebersaamaan dan harapan untuk menongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik,” jelasnya.

SUMBER : HUMAS PEMPROV