Kapus Teluk Nilau Diduga Potong Gaji Pegawainya Hingga 50 Persen

Rabu, 04 Maret 2020 - 21:33:11


Ilustrasi
Ilustrasi /

radarjambi.co.id-TANJABBARAT-Dinas Kesehatan (Dinkes) merupakan salah satu Dinas yang mempunyai anggran APD terbesar nomor tiga dari OPD yang ada di lingkup Kabupaten Tanjab Barat.

Namun ironisnya, di Puskesmas Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan masih terjadi pungutan dengan modus sumbangan guna memperindah pembangunan Puskesmas.

Hal ini tentunya secara tidak langsung memukul kinerja Pemkab Tanjab Barat yang dinilai seakan-akan tidak peduli hingga diduga kepala Puskeamas berani mengambil kebijakan meski harus membebankan pegawai maupun tenaga honorer.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebijakan yang di ambil Kepala Puskesmas Teluk Nilau, dr Deddy tersebut menimbulkan keluhan dari beberapa mereka yang terbebankan.

Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pungutan tersebut dibebankan kepada seluruh pegawai Puskesmas Teluk Nilau.

"Untuk dokter dibebankan sebanyak Rp 500 ribu, sementara pegawai lainnya dipotong gajinya hingga 50 persen," ujarnya.

Selain itu dijelaskannya, gedung Puskesmas yang baru dibangun pada rahun 2019 melalui dana APBN juga dianggap tidak sesuai standar. Karena untuk mencuci tangan setelah pemeriksaan pasien saja harus ke kamar mandi.

"Sementara jarak antara kamar mandi dengan ruang pemeriksaan pasien cukup memakan waktu," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Tanjab Barat, dr Johanes Sitorus saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengaku belum mendapat informasi namun dirinya menilai itu hanya kebijakan Kepala Puskesmas saja.

Bahkan, didepan awak media Sekdis lansunf menelepon Kepala Puskesmas Teluk nilau untuk klarifikasi, namun belum ada jawaban.

"Mungkin dia lagi sibuk, biarlah dulu Kapusnya selesaikan secara kekeluargaan. Kebetulan juga ada kunjungan spesialis ke Puskesmas Teluk Nilau, maka belum dijawab," jelas dr Johanes, kemarin.

Terpisah, Kepala Puskesmas Teluk Nilau, dr Deddy diupayakan dihubungi via telepon dan pesan WhatsApp terkesan bungkam. Pasalnya, meski pesan telah dibaca namun tidak meberikan jawaban hingga berita ini di terbitkan. (ken)

 

Editor  :   Ansory