Catatan Mengajar PPG Daljab

Kamis, 12 Oktober 2023 - 21:50:39


Sudaryanto
Sudaryanto /

Radarjambi.co.id-Saat ini, semua perguruan tinggi (PT), terutama yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tengah melaksanakan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) 2023.

PPG Daljab 2023 diikuti oleh semua guru mata Pelajaran dan dilaksanakan secara daring. Selama empat tahun mengajar PPG Daljab, penulis memiliki empat catatan terkait. Empat catatan itu umumnya menyasar pada kualitas guru dan pembelajaran yang diampunya.

Pertama, kemampuan literasi digital guru yang bervariatif. Para guru yang berasal dari Pulau Jawa tampak cukup baik memiliki kemampuan literasi digital.

Sedangkan para guru yang berasal dari luar Pulau Jawa, seperti Sumatra, NTT, Maluku, hingga Papua tampak kurang memiliki kemampuan literasi digital.

Hal ini menjadi penanda bahwa pihak sekolah dan pemerintah daerah (Pemda) terkait perlu membuat program kerja peningkatan literasi digital bagi para guru.

Keterbatasan Akses

Selain itu, para guru yang berasal dari luar Pulau Jawa seringkali mengeluhkan perihal jaringan internet yang tidak stabil. Padahal, mereka harus mengikuti sesi kegiatan video conference (vicon) melalui Google Meet dan Uji Komprehensif melalui Zoom.

Kedua platform digital itu memerlukan jaringan internet yang kuat. Untuk itu, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di daerah perlu berbenah diri terkait jaringan internet.

Kedua, keterbatasan akses guru terhadap informasi Kurikulum Merdeka (KM). Dalam sesi vicon pembuatan perangkat pembelajaran, guru peserta PPG Daljab dari luar Pulau Jawa mengaku baru sekali mengikuti bimbingan teknis (bimtek) KM.

Akibatnya, guru tersebut kesulitan membuat modul ajar (d/h RPP dalam konteks Kurikulum 2013/K-13). Lantaran itu, tak sedikit guru mengalami miskonsepsi terhadap istilah-istilah dalam modul ajar KM.

Menyikapi hal di atas, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) tingkat kota/kabupaten perlu mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran KM.

Dua kegiatan itu dapat diwujudkan melalui kerja sama Disdik dan PT berbasis keguruan. Nantinya kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran KM dapat dijadikan sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) para dosen terkait.

Ketiga, ketiadaan model guru mengajar secara kreatif dan inovatif. Saat ini, ada tiga model pembelajaran yang sedang tren, yaitu pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dan pembelajaran diskoveri (discovery learning).

Sayangnya, para guru peserta PPG Daljab dari luar Pulau Jawa mengalami kesulitan karena tidak adanya model guru yang mengajar dengan salah satu atau tiga model tadi.

Terkait itu, diusulkan bahwa Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan/atau Kelompok Kerja Guru (KKG) dapat mengadakan diseminasi praktik baik (best practice) guru mengajar dengan salah satu model atau tiga model pembelajaran.

Misal, guru Bahasa Indonesia mengajarkan teks cerpen dengan model pembelajaran berbasis proyek. Kelak, dari pembelajaran itu akan dihasilkan buku kumpulan cerpen siswa. Inilah praktik baik yang perlu diikuti guru lainnya.

Pengembangan Diri Guru

Keempat, ketersediaan waktu guru untuk mengembangkan diri yang terbatas. Dalam sesi Uji Kinerja, guru peserta PPG Daljab harus mengumpulkan portofolio selama tiga tahun terakhir.

Lewat portofolio itu, kita peroleh informasi apakah seorang guru aktif mengembangkan diri atau tidak. Kalau guru aktif mengembangkan diri, ia akan mengikuti webinar/lokakarya, membuat penelitian tindakan kelas (PTK), mengikuti kegiatan MGMP/KKG, dll.

Apabila ada guru yang tidak aktif mengembangkan diri, ia mengalami kesulitan membagi waktu mengajar di sekolah dan aktivitas lainnya. Hal ini perlu dikomunikasikan dengan pimpinan sekolah/madrasah.

Sebagai contoh, ada hari tertentu (biasa disebut hari MGMP) agar guru memiliki kesempatan mengembangkan diri melalui keikutsertaan MGMP, webinar/lokakarya, menulis PTK, menulis artikel jurnal, dll. Semoga catatan ini bermanfaat.(*)

 

Penulis : Sudaryanto, M.Pd., Dosen PBSI UAD; Mahasiswa S-3 UNY; Mengajar PPG Daljab (2020-2023)