Sumpah Pemuda: Oktober dan Bahasa

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 10:48:44


Hilman Yusra, S.Pd., M.Pd
Hilman Yusra, S.Pd., M.Pd /

Radarjambi.co.id, JAMBI-OKTOBER, iya teringat kembali Bung Karno dengan semangatnya berkata “Beri Aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncang dunia’. Ungkap ini menggairahkan semangat peran pemuda sebagai masa depan sebuah bangsa. Bangsa dibangun dengan kekuatan dan kebersamaan bersama akan menjadi utuh sebagai bangsa berdaulat.

Namun bagaimana peran pemuda Indonesia? Zaman milenial memang banyak tokoh muda yang berprestasi dan menginspirasi baik itu di bidang akademik maupun non akademik, Selain itu, banyak bermunculan pemuda yang kreatif dan berani dalam berinovasi dan memberikan gagasan-gagasan penting untuk pembangunan negara. Hal ini terbukti dengan banyaknya pemuda yang berhasil mencapai kesuksesan di masa mudanya.

Memasuki era society 5.0 dengan munculnya pengaruh besar budaya digitalisasi, selain berdampak kepada pemuda, perkembangan tersebut juga berdampak kepada kekuatan bahasa khususnya bahasa persatuan Bahasa Indonesia.

Dilihat dari perkembangan Bahasa Indonesia saat ini sebagai identitas bangsa sudah semakin menunjukkan eksistensinya dan semakin dikenali di kancah internasional. Bahkan Bahasa Indonesia hingga saat ini sudah ada tujuh Perguruan Tinggi luar negeri baik di Benua Asia, Eropa, dan Amerika Serikat yang telah memunculkan Program Studi Bahasa Indonesia. Sebut saja seperti Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan, Tokyo University for Foreign Studies, Jepang, Leiden University, Belanda, University of Hawaii at Manoa, Hawai, SOAS University of London, Inggris, dan Yale University, Amerika Serikat. Ini menujukkan bahwa bahasa Indonesia sudah semakin digemari.

Tetapi keadaan sebaliknya sangat disayangkan, semangat tuan rumah pemilik bahasa semakin hari semakin memudar dengan pengaruh era digitalisasi. Pencampuran bahasa yang lebih dikenal dengan bahasa “Gaul” membuat bahasa Indonesia menjadi tenggelam dimakan zaman.

Munculnya bahasa sebagai identitas bangsa memiliki peran penting terutama dikalangan para pemuda. Mengenang 28 Oktober 1928 melalui ikrar Sumpah Pemuda “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung Bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”. Warga negara yang baik, sudah sepantasnya bahasa untuk dicintai dan dijaga.

Peran pemuda sangatlah penting dan sentral dalam menggunakan Bahasa Indonesia khususnya di zaman media sosial yang semakin marak. Oleh karena itu, bertepatan dengan bulan Oktober sebagai bulan bahasa dan Sumpah Pemuda, untuk itu mari bersama -sama membangun dan memperkuat bahasa sebagai kekuatan bangsa menuju negara yang maju dan beradat.(Hilman Yusra, S.Pd., M.Pd. Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi)

 

 


Editor: Endang