Bahasa Arab Sebagai Komunikasi Multi Bahasa

Sabtu, 18 November 2023 - 23:08:16


/

Radarjambi.co.id-Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an, bahasa internasional dalam dunia islam, dan di gunakan sebagai bahasa resmi di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Bahasa Arab juga digunakan sebagai komunikasi multibahasa di beberapa negara, termasuk Indonesia. Komunikasi multibahasa adalah dimana individu atau kelompok dalam berinteraksi sehari-hari menggunakan lebih dari satu bahasa.

Bahasa Arab memiliki peran penting dalam komunikasi multibahasa, hal ini dikarenakan Bahasa Arab adalah salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bahasa Arab kaya akan budaya dan sejarah, saat ini banyak karya puisi, musik, dan sastra yang menggunakan Bahasa Arab.

Dalam dunia bisnis kemampuan berbahasa arab memudahkan untuk berinteraksi atau menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan Arab.

Oleh karena itu pada era globalisasi saat ini kemampuan berkomunikasi dalam berbagai bahasa sanatlah pentig. Salah satu bahasa yang sering digunakan sebagai bahasa komunikasi multibahasa adalah bahasa arab.

Namun, tidak mudah dan terdapat beberapa permasalahan dalam mempelajari dan menggunakan bahasa arab sebagai bahasa komunikasi multibahasa.

Berikut ini beberapa permasalahan yang sering kita temui di era globalisasi saat ini :
Kurangnya minat dan semangat dalam mempelajari bahasa arab karena sudah lebih dulu ber-anggapan bahasa arab itu sulit.

Bahasa arab memiliki banyak dialek yang berbeda antara negara yang satu dengan negara yang lainnya.

Seseorang yang fasih berbahasa arab Mesir belum tentu bisa berbicara bahasa arab Saudi.

Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi, di mana lingkungan sekitar dominan menggunakan bahasa inggris karena terkesan lebih “ keren “ daripada bahasa arab.

Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan bahasa lain karena bahasa arab memiliki tata bahasa dan tulisan yang cukup rumit untuk di pahami.

Kurangnya praktik berkomunikasi menggunakan bahasa arab dalam kehidupan sehari-hari.

Memiliki latar belakang yang bukan berasal dari pondok pesantren atau madrasah.

Lingkungan belajar, metode, serta media yang di gunakan dalam belajar bahasa arab.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini :

1;Mengembangkan minat dalam belajar bahasa arab

Hal ini dapat di lakukan dengan cara belajar sambil bermain, belajar sambil bernyanyi, menggunakan metode belajar yang menarik dan kreatif supaya tidak terkesan membosankan dan sulit.

2.Penguasaan kosakata
Untuk meningkatkan kualitas penguasaan kosakata ini dapat dilakukan melalui media pembelajaran yang kreatif dan menarik sehingga kita dapat lebih mudah untuk menangkap dan mengingat kosakata yang di ajarkan.

3. Praktik berbicara
Semakin sering praktik maka akan semakin lancar dalam berbicara. Penting sekali menciptakan lingkungan di mana seseorang dapat berlatih berbucara bahasa arab dengan aktif tanpa takut salah.

4. Mengenal budaya arab dan menonton film berbahasa arab
Hal ini dapat memudahkan untuk memahami bahasa arab dan ber komunikasi menggunakan bahasa arab.

Dari sudut pandang saya, Bahasa Arab sering kali di ajarkan sebagai Bahasa Asing.

Di sisi lain Bahasa Arab memiliki peran yang sangat penting sebagai komunikasi multibahasa karena memiliki pengaruh dalam bidang agama, sastra, sejarah, ekonomi, dan budaya.

Penggunaan bahasa arab sebagai komunikasi multibahasa memiliki beberapa keuntungan, salah satunya yaitu dapat memperkuat hubungan antara satu sama lain yang memiliki latar belakang bahasa arab, hal ini memudahkan dalam kerjasama dan pemahaman lintas budaya.

Sehingga dalam era globalisasi ini sangatlah penting untuk menguasai berbagai bahasa termasuk bahasa arab.

Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah walaupun bahasa arab sering di ajarkan sebagai bahasa asing.

Namun Bahasa Arab memiliki peran yang penting dalam berbagai aspek, seperti budaya, bisnis, agama, dan komunikasi karena Bahasa Arab menjadi salah satu komunikasi multibahasa. Menguasai Bahasa Arab bukanlah hal yang mudah, membutuhkan kesabaran dalam mempelajarinya.(*)

 

 

Penulis: Aulia Naswa Nabilla Azzahra Mahasiswi UAD Jogya