Penanganan Stunting, Jambi Nomor 2 se-Indonesia

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:31:47


Gubernur Jambi Al Haris memberikan imunisasi Polio kepada seorang pelajara dalam Pencanangan PIN Polio dan Launching Inovasi Stunting Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Selasa (23/7).
Gubernur Jambi Al Haris memberikan imunisasi Polio kepada seorang pelajara dalam Pencanangan PIN Polio dan Launching Inovasi Stunting Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Selasa (23/7). /

RADARJAMBI.CO.ID-Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, berdasadkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Provinsi Jambi masih menjadi daerah dengan angka prevalensi stunting terendah ke-2 (dua) se-Indonesia, setelah Provinsi Bali diurutan pertama.

"Untuk itu diminta kesadaran masyarakat berpartisipasi aktif dalam program imunisasi ini, demi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi," kata Haris saat Pencanangan PIN Polio dan Launching Inovasi Stunting Pemerintah Kabupaten Sarolangun serta Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Stunting di SDN 03/VII Pasar Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Selasa (23/7).

Haris menyebut imunisasi Polio menjadi salah satu program imunisasi rutin wajib yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan anak-anak Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi.

"Saya sangat mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung penyelenggaraan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2024 diseluruh wilayah kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi," ujar Haris.

Ia juga menekankan bahwa penyelenggaraan PIN Polio ini menjadi upaya bersama seluruh komponen masyarakat, untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit Polio yang dapat menyebabkan penyakit permanen.

"Mari bersama kita cegah ancaman penyakit Polio, mengingat pentingnya kegiatan ini demi terwujudnya generasi emas 2045," tegasnya.

Haris juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang merupakan terbaik pertama dalam penanganan stunting di Provinsi Jambi dan Provinsi Jambi terbaik kedua penanganan stunting di Indonesia di bawah Bali.

"Ini semua akumulasi dari kinerja penanganan stunting seluruh kabupaten dan kota di Jambi,” katanya lagi.

Ia juga meminta seluruh jajaran dan pihak terkait di Provinsi Jambi untuk ikut peduli dan berpartisipasi aktif dalam program imunisasi tersebut demi kesehatan dan masa depan anak-anak Indonesia.

"Semoga pelaksanaan PIN Polio diseluruh wilayah dalam Provinsi Jambi dapat berjalan lancar dan mencapai jumlah partisipasi masyarakat sesuai dengan target yang telah direncanakan," ujar Haris.

Dikatakannya lagi, meskipun Indonesia telah berhasil menerima sertifikasi bebas Polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014, tetapi belum menjamin Indonesia bebas total, untuk itu perlu kewaspadaan, sebab kasus lumpuh layu akibat virus Polio ditemukan diberbagai wilayah di Indonesia.

"Berdasarkan hal tersebut, perlu kita sadari dan waspadai bersama bahwa tidak ada penyakit yang benar-benar pergi dari kehidupan manusia, mereka hanya bersembunyi dan akan menjangkiti manusia saat lengah," tegasnya.

Sebab itu ia lagi-lagi berpesan agar semua pihak dapat meningkatkan komitmen untuk memperkuat budaya peduli dan mengutamakan kesehatan dan kebersihan, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan, demi masyarakat Provinsi Jambi yang sehat dan memiliki kehidupan yang berkualitas.

Haris menambahkan, melalui kegiatan Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Stunting, juga sekaligus dapat menjadi wadah edukasi kepada orang tua yang memiliki bayi di bawah dua tahun tentang pentingnya pola makan sehat dan gizi yang seimbang.

Sementara itu, Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri menyebut PIN Polio di Kabupaten Sarolangun menyasar 54.391 anak. Untuk menyukseskan PIN Polio tersebut, Pemkab Sarolangun melakukan gerakan masif melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, pemerintahan desa dan juga Kementerian Agama Sarolangun.

Dalam kegiatan itu Gubernur Jambi Al Haris juga memberikan makanan tambahan olahan ikan kepada anak-anak balita yang merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam upaya penanganan stunting dan menyerahkan bantuan CSR Bank Jambi untuk pencegahan stunting senilai Rp100.500.000.(*)


Editor: Endang