RADARJAMBI.CO.ID,TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui Gerakan Penanaman Pohon Serentak Provinsi Jambi yang dilakukan oleh Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., bersama unsur Forkopimda, Pejabat Tinggi Pratama, Administator, Pengawas, dan Pejabat Pelaksana lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta undangan lainnya, di area Sport Center Desa Pembengis, Kecamatan Bram Itam, Rabu (28/01).
Kegiatan yang dipusatkan di sempadan Sungai Batanghari, tepatnya di Dusun Tuo, Desa Pematang Jering, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi ini turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup yang diwakili Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Ir. Nur Adi Wardojo, Gubernur Jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Danrem 042/Gapu, Bupati Muaro Jambi, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi yang mengikuti kegiatan secara virtual. Sebanyak 201.274 bibit pohon kehutanan ditanam secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya melalui penanaman pohon di kawasan bantaran sungai yang rawan abrasi.
“Selama ini kita lebih banyak mengambil daripada menanam. Padahal pohon berfungsi menjaga tebing sungai, mencegah banjir, serta melindungi ekosistem,” kata Al Haris.
Ia juga mengingatkan potensi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat rendahnya curah hujan serta kemungkinan masuknya fenomena El Nino.
“Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi kering ini dapat memicu karhutla. Karena itu, mari kita tanam pohon secara serentak, terutama di sepanjang bantaran sungai yang mulai terkikis,” tambahnya.
Gubernur Al Haris mengajak seluruh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi keberlanjutan alam Provinsi Jambi. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Gubernur Jambi Al Haris juga menyerahkan bantuan 20 ribu benih ikan patin kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan serta penguatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Ir. Nur Adi Wardojo mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jambi dalam menggerakkan penanaman pohon secara masif dan terkoordinasi. Menurutnya, gerakan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi pengingat bersama bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kondisi ekosistem, khususnya di sepanjang daerah aliran sungai.
Ia menyoroti meningkatnya bencana banjir dan longsor di berbagai wilayah Indonesia, seperti yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat pada November 2025, serta longsor parah di Bandung Barat baru-baru ini. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan secara langsung meningkatkan risiko bencana.
Oleh karena itu, upaya penanaman pohon dan pemulihan tutupan lahan di sempadan sungai dan areal terbuka di Provinsi Jambi dinilai sebagai intervensi nyata yang terbukti secara ilmiah mampu menurunkan risiko banjir dan longsor, baik di wilayah hulu maupun hilir.
“Gerakan ini harus terus berlanjut dan menjadi budaya di tengah masyarakat. Provinsi Jambi kami nilai layak menjadi role model nasional dalam gerakan tanam pohon serentak,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tutupan vegetasi semakin meningkat, daya resap tanah membaik, limpasan permukaan berkurang, serta lereng dan tebing sungai menjadi lebih stabil.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan, Pemerintah Provinsi Jambi optimistis gerakan ini akan memberikan dampak positif bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Pada kesempatan yang sama, saat diwawancarai usai pelaksanaan Gerakan Penanaman Pohon Serentak, Wabup Katamso menjelaskan, untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat, penanaman pohon secara simbolis dipusatkan di halaman belakang GOR Pemengis dengan jumlah 200 bibit pohon yang ditanam pada hari pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya, pemerintah daerah telah mengoordinasikan penanaman lanjutan sebanyak sekitar 3.200 batang pohon yang akan dilaksanakan di Kecamatan Batang Asam.
“Penanaman sebanyak 3.200 batang tersebut merupakan program yang dikelola oleh pemerintah daerah dan akan diperkuat dengan dukungan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar,” ujar Katamso.
Ia juga menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah melaksanakan penanaman sekitar 3.000 bibit mangrove di wilayah pesisir. Penanaman ini dilakukan di kawasan mangrove seluas kurang lebih 2.100 hektare, melalui kerja sama dengan TNI, POLRI, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta organisasi lingkungan seperti WARSI dan LKBN Antara Jambi.
Wabup Katamso berharap, gerakan penanaman pohon ini dapat terus berlanjut dan menjadi program berkelanjutan, sehingga upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan.(ken/akd)
Bupati Terima UHC Awards 2026, Bukti Komitmen Kesehatan Daerah Diakui Nasional
Bupati Dorong Pembinaan Atlet Muda Berkelanjutan Melalui Turnamen Bulutangkis Berkah Madani Cup Tahu
Bupati Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Jati Mas
Wabup Tampil di Catwalk pada Malam Apresiasi dan Peragaan Busana Jambi
Wabup Saksikan Laga Sengit Tanjabbar vs Batanghari di Gubernur Cup 2026
Badan Kehormatan DPRD Muaro Jambi Lakukan Konsultasi Terkait Peningkatan Kapasitas ke DPRD Kota Bata