Pembangunan Stockpile PT SAS Ditolak Warga Kota dan Kabupaten Muarojambi

Senin, 28 September 2026 - 21:51:21


/

Radarjambi.co.id-MUAROJAMBI-Setelah warga Kota Jambi, kini warga Mendalo Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi menolak pembangunan pembangunan stockpile dan hauling batu bara di Mendalo Darat milik  PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS).

Konflik PT SAS dengan warga ini sudah berlangsung sejak 2025 lalu, warga kota Jambi bahkan melakukan unjuk rasa untuk menolak pembangunan stock file batu bara tersebut. Penutupan lokasi sempat dilakukan oelh pihak perovinsi Jambi, namun itu hanya sementara untuk meredam amarah dan emosi warga.

Dan kenyataannya, PT SAS kembali beroperasi dan kini diprotes warga Desa Mendalo, Jaluko Muarojambi. Sebagai bentuk penolakn warga mendalo mendatangi DPRD Muarojambi untuk menyampaikan keberatan mereka ata pembangunan stockpile PT SAS tersebut.

Gayung bersambut Komisi I DPRD Muarojambi secara tegas menolak pembangunan stock fili PT SAS itu.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Faatumbu Duha, mengatakan penolakan tersebut tidak muncul begitu saja.

Menurutnya, DPRD menerima aspirasi masyarakat sekaligus mencermati persoalan aturan dan rekomendasi yang berkaitan dengan pembangunan stockpile dan hauling tersebut.

“Komisi I DPRD Muaro Jambi menolak pembangunan stockpile dan hauling batu bara di Mendalo Darat dan sekitarnya. Karena berdasarkan informasi yang kami terima, OPD terkait di Kabupaten Muaro Jambi tidak memberikan rekomendasi untuk pembangunan tersebut,” katanya.

Faatumbu menegaskan DPRD tidak ingin pembangunan yang berada di tengah kawasan masyarakat justru menimbulkan persoalan baru.

“Jangan sampai masyarakat yang kemudian menanggung dampaknya. Kita harus melihat aturan yang berlaku, kewenangan pemerintah daerah dan yang paling penting adalah dampaknya terhadap masyarakat,” sampainya.

Faatumbu bahkan secara terbuka menyatakan dirinya ikut berada di barisan masyarakat yang menolak pembangunan tersebut.

Sebagai wakil masyarakat dari daerah pemilihan Jaluko, ia mengaku memahami keresahan warga terhadap rencana pembangunan stockpile dan hauling batu bara tersebut.(akd)