Radarjambi.Co.Id - Jambi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menegaskan bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 di Kota Jambi berorientasi pada penguatan syiar Islam, pembinaan generasi Qur'ani, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemkot Jambi memastikan seluruh rangkaian kegiatan MTQH dilaksanakan sesuai ketentuan dan perizinan yang berlaku. Termasuk penggunaan aset pemerintah yang dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Penegasan ini disampaikan Juru Bicara Pemkot Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, M. Saleh Ridha, Jumat (30/10/2026), menanggapi perhatian masyarakat terhadap sejumlah aktivitas hiburan, seperti pasar malam yang hadir di sekitar lokasi pelaksanaan MTQH, khususnya di kawasan perkantoran Wali Kota Jambi.
Menurut Saleh Ridha, pemerintah berkomitmen menjaga marwah MTQH sebagai kegiatan keagamaan yang memiliki tujuan utama membumikan Al-Qur'an, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an dan Hadits, serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia.
Ia menegaskan, tidak boleh ada aktivitas yang bertentangan dengan tujuan dan nilai-nilai religius yang menjadi dasar penyelenggaraan MTQH. Terlebih, kegiatan yang mengarah pada praktik perjudian maupun aktivitas negatif lainnya tidak mendapat tempat dalam rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.
"Perlu kami tegaskan bahwa MTQH merupakan kegiatan keagamaan dan syiar Islam. Komitmen Pemerintah Kota Jambi adalah menjaga marwah kegiatan ini agar tetap berjalan sesuai tujuan utamanya. Tidak ada ruang bagi praktik perjudian maupun aktivitas lain yang bertentangan dengan ketentuan dan nilai-nilai agama," tegas Saleh Ridha.
Terkait kehadiran hiburan seperti pasar malam, ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan ruang rekreasi dan hiburan bagi masyarakat yang datang meramaikan MTQH. Mengingat, pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Jambi, tetapi juga dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Kehadiran aktivitas pendukung tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.
"Berdasarkan informasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, perputaran ekonomi dari aktivitas kegiatan tersebut tercatat mencapai sekitar Rp50 juta setiap malam. Ini menjadi salah satu dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang dalam beberapa pekan terakhir juga turut terdampak kabut asap di Kota Jambi," jelasnya.
Menyikapi adanya permainan berhadiah di area pasar malam, Saleh Ridha menyampaikan bahwa setiap bentuk aktivitas hiburan tetap harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku. Pemerintah tidak membenarkan adanya praktik perjudian yang berkedok permainan maupun aktivitas lain yang melanggar aturan.
Untuk itu, Pemkot Jambi menegaskan akan melakukan pengawasan dan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan apabila ditemukan aktivitas yang terbukti mengarah pada praktik perjudian atau pelanggaran lainnya.
"Seluruh aktivitas pendukung MTQH harus tetap berada dalam koridor aturan. Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan aman, nyaman, dan tetap dalam suasana religius," ujarnya.
Lebih lanjut, Saleh Ridha mengatakan bahwa Pemkot Jambi ingin menjadikan MTQH ke-55 bukan hanya sebagai ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur'an, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, semangat MTQH harus tercermin melalui peningkatan kecintaan terhadap Al-Qur'an, pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang harmonis dan religius.
Di sisi lain, penyelenggaraan MTQH juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari meningkatnya kunjungan masyarakat, bergeraknya sektor perdagangan, tumbuhnya UMKM, hingga semakin dikenalnya Kota Jambi sebagai tuan rumah kegiatan keagamaan tingkat provinsi.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif dan menyukseskan MTQH ke-55. Mari kita tempatkan tujuan utama kegiatan ini sebagai syiar Islam. Jangan sampai hal-hal yang tidak sesuai dengan fakta justru mengaburkan semangat dan tujuan besar penyelenggaraan MTQH," ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.
"Kami berharap masyarakat tidak mudah termakan hoaks atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika ada hal yang perlu diklarifikasi, silakan disampaikan melalui saluran resmi pemerintah agar dapat ditindaklanjuti secara tepat," pungkas Saleh Ridha.
Pemkot Jambi berharap pelaksanaan MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan lancar, serta benar-benar menjadi momentum memperkuat syiar Islam, mempererat persaudaraan, membangun generasi Qur'ani, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius.(*)
Wali Kota Maulana Kukuhkan Tim Terpadu, Perangi Narkoba dari Lingkungan hingga Sekolah
Tanpa Menunggu Lama, Bupati BBS Turun Langsung Beri Bantuan Lansia, Begitu terima Laporan
Pesona Literasi WIPI Jambi, Perkuat Ekosistem Literasi dan Lahirkan Penulis Berdaya Saing
Pemkot Jambi Perkuat Inklusi Keuangan, TPAKD Masuk 3 Kota Terbaik Wilayah Sumatera
Pemkot Jambi Mantapkan Persiapan, Targetkan Sukses Penyelenggaraan dan Pertahankan Juara Umum
Periode Januari-Juni Disperindag Provinsi Terima 6 Laporan Konsumen
OJK Raih Sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, Perkuat Kualitas, Akuntabilitas Pengawasan