MTQH ke-55 Berakhir, Kota Jambi Sukses Jadi Tuan Rumah dan Pertahankan Gelar Juara Umum

Minggu, 08 November 2026 - 06:39:56


/

Radarjambi.Co.Id - Jambi, Kafilah Kota Jambi kembali menorehkan prestasi gemilang dengan mempertahankan gelar juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Kota Jambi dengan mencatatkan sejarah sebagai juara umum lima kali berturut-turut dalam ajang syiar Islam terbesar di Provinsi Jambi tersebut.

Pada perhelatan tahun ini, kafilah Kota Jambi berhasil mengumpulkan nilai 674, unggul jauh dari Kabupaten Muaro Jambi yang menempati posisi kedua dengan nilai 415, disusul Kabupaten Tanjung Jabung Barat di posisi ketiga dengan nilai 402.

Hasil tersebut berdasarkan keputusan Dewan Hakim yang diumumkan pada malam penutupan MTQH ke-55, Sabtu (07/11/2026), di Lapangan Utama Kantor Wali Kota Jambi.

Penutupan berlangsung megah dan meriah dengan menampilkan beragam pertunjukan seni drama kolosal dan kreativitas dari pelajar Kota Jambi bernuansakan religi. Suasana semakin semarak dengan penampilan Syakir Daulay yang melantunkan selawat Nabi, disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati kawasan Kantor Wali Kota Jambi.

Rangkaian penutupan secara resmi dilakukan oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., turut dihadiri, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., serta para kepala daerah, serta unsur Forkopimda dan Instansi Vertikal se-Provinsi Jambi.

Keberhasilan mempertahankan gelar juara umum untuk kelima kalinya secara berturut-turut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Jambi. Prestasi ini sekaligus mencerminkan konsistensi pembinaan serta komitmen dalam mengembangkan potensi generasi Qurani di Kota Jambi.

Capaian tersebut tidak terlepas dari perjuangan para peserta atau kafilah, kerja keras pelatih, pembina dan pendamping, serta dukungan seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam proses pembinaan secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi seluruh kafilah dari 11 kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dan mengikuti berbagai cabang perlombaan. Ia menegaskan bahwa seluruh hasil perlombaan telah melalui proses penilaian Dewan Hakim sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, MTQH tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara, tetapi memiliki makna yang lebih luas sebagai sarana memperkuat keimanan, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan hadis, serta mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Janganlah kita hanya berpatokan kepada siapa yang menjadi juara. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita mengamalkan nilai-nilai dan isi kandungan Al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi selaku tuan rumah yang telah memberikan pelayanan dan fasilitas kepada seluruh kafilah, official, serta Dewan Hakim selama pelaksanaan MTQH berlangsung.

Lebih lanjut, Al Haris berharap kualitas penyelenggaraan MTQH di Provinsi Jambi dapat terus ditingkatkan. Pembinaan peserta juga harus dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten dan kota.

Kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Sebab, keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian dalam perlombaan, tetapi juga dari ketakwaan, keimanan, serta pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.

Secara khusus, Al Haris meminta seluruh LPTQ kabupaten/kota agar terus melakukan pembinaan terhadap peserta berprestasi. Para juara MTQH ke-55 selanjutnya akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan lanjutan oleh LPTQ Provinsi Jambi sebagai persiapan menghadapi MTQ Nasional ke-32 yang akan diselenggarakan di Provinsi DKI Jakarta.

“Kita latih kembali, kita gembleng kembali. Saya pesan agar pelatih nasional digunakan untuk persiapan menuju MTQ ke-32 di Provinsi DKI Jakarta,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan kafilah Kota Jambi mempertahankan gelar juara umum. Menurutnya, capaian lima kali berturut-turut tersebut merupakan prestasi yang sangat membanggakan sekaligus menjadi catatan sejarah bagi Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, terutama para peserta, pelatih, pembina, dan pendamping yang telah mencurahkan waktu, tenaga, serta kemampuan untuk mempersiapkan kafilah Kota Jambi secara maksimal.

Diza juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan MTQH ke-55, mulai dari panitia pelaksana, Dewan Hakim, aparat keamanan, perangkat daerah, instansi vertikal, relawan, masyarakat, hingga seluruh unsur terkait lainnya.

“Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini, dari awal hingga akhir penutupan,” ujar Diza.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQH ke-55 menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat mampu menghadirkan kegiatan berskala provinsi yang berlangsung sukses, tertib, dan memberikan manfaat luas.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memberikan ruang dan wadah bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi keagamaan. Hal tersebut merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan Kota Jambi Bahagia, dengan menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah.

“Jangan biarkan silaturahmi yang sudah terjalin terputus. Mari terus kita rajut kebersamaan guna membangun Provinsi Jambi yang religius, aman, dan sejahtera,” tutur Diza.

*MTQH Dorong Perputaran Ekonomi hingga Rp2,5 Miliar*

Tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan dan prestasi, pelaksanaan MTQH ke-55 di Kota Jambi juga memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.

Selama berlangsungnya kegiatan, perputaran transaksi ekonomi tercatat mencapai Rp2,5 miliar. Capaian tersebut mencerminkan besarnya aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring dengan meningkatnya kunjungan masyarakat dan kehadiran kafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Aktivitas tersebut turut menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari perdagangan, bazar UMKM, kuliner, hingga pemasaran beragam produk ekonomi kreatif masyarakat.

Dampak ekonomi ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQH tidak hanya menjadi ruang syiar Islam dan kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih dari itu, MTQH ke-55 diharapkan menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah antarkafilah dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. Nilai-nilai Al-Qur'an dan hadis yang diperlombakan diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan musabaqah, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga melahirkan masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

Pada kesempatan yang sama, rangkaian penutupan MTQH ke-55 juga ditandai dengan penyerahan bendera MTQH kepada Kabupaten Tebo sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQH ke-56 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2027.

Penyerahan bendera tersebut menjadi simbol estafet penyelenggaraan sekaligus harapan agar pelaksanaan MTQH berikutnya dapat berlangsung semakin berkualitas dan sukses, serta terus memperkuat syiar Al-Qur'an dan hadis di Provinsi Jambi.

Dengan berakhirnya MTQH ke-55, Kota Jambi tidak hanya meninggalkan catatan sebagai tuan rumah yang sukses menyelenggarakan perhelatan akbar tersebut, tetapi juga mengukir sejarah melalui keberhasilan mempertahankan gelar juara umum untuk kelima kalinya secara berturut-turut.

Berikut peringkat daerah terbaik MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026:

1. Kota Jambi – 674 poin

2. Kabupaten Muaro Jambi – 415 poin

3. Kabupaten Tanjung Jabung Barat – 402 poin

4. Kota Sungai Penuh – 246 poin

5. Kabupaten Tanjung Jabung Timur – 220 poin

6. Kabupaten Batang Hari – 213 poin

7. Kabupaten Merangin – 176 poin

8. Kabupaten Sarolangun – 155 poin

9. Kabupaten Bungo – 122 poin

10. Kabupaten Tebo – 90 poin

11. Kabupaten Kerinci – 71 poin