SDN 1 Terus Tingkatkan Kualitas Sekolah

Kamis, 15 November 2018 - 21:34:27 | dibaca: 63 kali


Kegiatan siswa SDN 1 Kota Jambi.jpg
Kegiatan siswa SDN 1 Kota Jambi.jpg /

radarjambi.co.id - KOTA JAMBI - Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kota Jambi terus meningkatkan kualitas, baik sarana maupun prasarananya.Perubahan di SD 1 ini, dalam rangka menghadapi penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat nasional, setelah sebelumnya lolos sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat kota dan provinsi.

Kepala SD Negeri 1 Kota Jambi, Yulita ZB, mengatakan untuk menghadapi penilaian tingkat nasional, sekolah melibatkan seluruh stakeholder dan warga sekolah.

Semuanya diharapkan berperan aktif dam bekerja sama dalam melakukan penghijauan serta pembenahan dengan menerapkan reuce, reduce, dan recycle atau disebut 3R. "Kita lakukan penataan agar rapi dan lebih menarik," ujar Yulita.

Yang dimaksudkan rapi dan menarik, sambung Yulita, yakni dengan memanfaatkan barang bekas daur ulang kemudian dijadikan barang berjuta manfaat.

"Sejauh ini kita manfaatkan barang bekas jadi pakaian drum band, tempat sampah dan alat peraga media pembelajaran," sebutnya.

Setiap kelas juga melakukan pembenahan, dengan mengecat kembali ruang kelas dan memberikan sentuhan gambar dengan penuh kreasi. "Jadi setiap kelas pemandangannya berbeda," imbuhnya.

Kemudian, pemanfaatan sampah daun dijadikan pupuk tanaman, dengan memisahkan sampah dedaunan dengan sampah plastik yang dilakukan petugas kebersihan dengan melibatkan siswa di lapangan.

Sekolah juga membenahi dan melengkapi sarana dan prasarana yang selama ini dinilai masih kurang atau bahkan belum tersedia.

"Salah satunya menerapkan pendidikan abad 21 dengan berfikir kritis," sebut Yulita.

Pembelajaran abad 21, menurut Yulita, guru dalam memberikan materi pelajaran harus berfikir kritis dengan membuat masalah dan kemudian dipecahkan bersama.

"Atau lebih dikenal pembelajaran science, teknologi, engineering and mathematics (STEM)," bebernya.

Dijelaskannya, sekolah juga memiliki program Suko Putek Diwit Peng (Supek Dompeng).

Di program ini, siswa menyisihkan uang receh atau logam, tanpa paksaan di dalam celengan bekas botol minuman mineral, kemudian selama tiga bulan uang itu akan dikumpulkan menjadi satu.

 

 

Reporter : Hilman

Editor     : Ansori