Dugaan Fee Proyek dan Pungli Mahasiswa Gelar Aksi Demonstrasi

Kamis, 06 Desember 2018 - 19:25:33 | dibaca: 36 kali


Ilustrasi
Ilustrasi /

 

Radarjambi.co.id - KERINCI - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, pada Kamis (06/12) kemarin melakukan aksi Demonstrasi di Tugu Adipura dan Kantor Bupati Kerinci.

Pantauan dilapangan, aksi demonstrasi yang dilakukan Puluhan mahasiswa dari PMII dimulai pada pukul 09.00 WIB yang dimulai di Tugu Adipura.

Setelah puas menyampaikan orasi, aksi demonstrasi dilanjutkan di depan Kantor Bupati Kerinci pada pukul 10.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, demonstrasi yang dilakukan oleh Puluhan mahasiswa PMII dimana mereka meminta jawaban dari Pemkab Kerinci terkait dugaan kasus Fee Proyek dan Pungutan Liar terhadap kontraktor yang mendapatkan proyek di Dinas PUPR Kerinci.

Bukan hanya itu saja, pendemo PMII tersebut juga berkaitan dengan Rekapitulasi pembangunan Infrastruktur Kabupaten Kerinci tahun 2018 dan Kasus dugaan Fee Proyek sebesar 10 sampai dengan 15 Persen yang diduga diberikan kepada tim sukses Bupati Kerinci.

Mahasiswa yang tergabung dalam PMII juga mempertanyakan kasus dugaan Pungutan liar (PUNGLI), yang diduga kuat dilakukan oleh Kadis PUPR Kerinci sebesar 3 Persen dari nilai anggaran proyek.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Kerinci dan Sungai Penuh, Rahmat Fadlan melalui Sekretaris Umum Agustiaranda yang didampingi Koordinator Lapangan (Korlap) IV, Kiki Kurniawan, dikonfirmasi mengatakan bahwa tujuan aksi demo ini guna untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terkait dengan kasus Rekapitulasi Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Kerinci tahun 2018 dan Kasus Dugaan Fee Proyek sebesar 10 hingga 15 Persen yang diduga diberikan kepada tim sukses Bupati Kerinci.

Serta Kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli), yang diduga kuat dilakukan oleh Kadis PUPR Kerinci sebesar 3 Persen dari nilai anggaran.

"Kami meminta agar Bupati Kerinci, dalam melaksankan pembangunan merata, tidak tebang pilih antara Kerinci hilir dan mudik, sebagai mana programnya Kerinci lebih baik," ujarnya.

Setelah puas menyampaikan orasi, Puluhan pendemo dari Mahasiswa PMII ditemui oleh Sekda Kerinci, Gasdinul Gazam, Asisten 1 Julizarman, dan Kaban Kesbangpol Kerinci Ahmadi Zubir.

Pada waktu itu Sekda Kerinci, Gasdinul Gazam, beserta Asisten 1 Julizarman, dan Kaban Kesbangpol Kerinci Ahmadi Zubir membuat surat petisi yang ditandatangani bersama, dimana meminta waktu selama 10 hari untuk menindak lanjuti tuntutan dari masiswa PMII.

Menanggapi hal tersebut, Puluhan pendemo mengancam akan kembali mengadakan orasi besar-besaran dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi, jika petisi tersebut tidak ditepati.

Orasi yang digelar berjalan damai dan aman, dengan pengawalan pihak kepolisian Kerinci dan Pol PP Kerinci.

 

 

Reporter : Soni

Editor     : Ansori