Bulog Klaim Stok Beras Aman Persiapan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri

Selasa, 12 Maret 2019 - 21:23:51 | dibaca: 53 kali


Ilustrasi
Ilustrasi /

Radarjambi.co.id - JAMBI – Stok beras untuk persiapan menghadapi bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri, sudah dipersiapkan.

Perun Bulog divre Jambi sudah menjamin ketersediaan stok beras dua bualn jelang hari besar agama Islam ini.

Sebagai mana tertera pada Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2016, Perum Bulog mengemban tugas untuk melakukan stabilisasi harga pangan pokok.

Baik pangan pokok berupa beras maupun pangan pokok lainnya, yakni jagung, kedelai, gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabe, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam.

Kepala Perum Bulog Divre Provinsi Jambi Bakhtiar mengatakan, bahwa stok beras yang ada hingga saat ini masih cukup untuk empat sampai lima bulan kedepan.

"Antisipasi bulan puasa hingga lebaran nanti Insya Allah terkait kebutuhan pokok, khususnya beras itu di Provinsi Jambi tidak ada masalah," katanya.

Mengenai kebutuhan stok perbulannya, Cakhtiar mengatakan rata-rata hanya 1500 ton perbulan.

Dan saat ini, masih dalam posisi aman.

"Kalau beras, kita masih tersedia sekitar hitungan 1500 ton perbulannya. Hitungannya hampir lima ribuan ton stok beras, itu cukup untuk lebih dari tiga bulan ke depan," katanya.

Dalam menyambut Idul Fitri kian dekat, menurut Bakhtiar pihaknya juga akan terus memantau harga di pasaran. Selain itu, dia juga akan menambah stok jika persediaan mulai habis.

"Yang jelasnya, selagi pedagang masih menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) ya tidak akan masalah," paparnya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada kendala yang dialami Bulog dalam penyaluran logistik kepada masyarakat. Sedangkan untuk menstabilkan harga, lanjut Bakhtiar, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah pedagang, yang mereka sebut Rumah Pangan Kita (RPK). Dia berharap, dengan begitu, kestabilan harga dapat terjaga.

"Harapannya dengan begitu harga-harga bahan logistik tetap stabil. Kita pantau terus, supaya tidak melonjak atau jatuh harganya itu," tandasnya.

 

 

Reporter : E. Haryanto

Editor     : Ansori