Survei LKPR, Kandidat Pilwako Ini Tempel Petahana

Kamis, 27 Juli 2017 - 12:29:58


/

RADARJAMBI.CO.ID, JAMBI- Tingkat keterpilihan (elektabilitas) dr Maulana terus meningkat membayangi calon petahana Sy Fasha. Ini merukan hasil survei Lembaga Kajian Persepsi Regional (LKPR) untuk Pilwako Jambi 2018 mendatang.

Dalam laporannya, lembaga yang pernah memandu kemenangan Bupati dan Wakil Bupati Batanghari Syahirsah-Sofia Fattah tersebut menyimpulkan elektabilitas dr. Maulana sebagai calon walikota berada pada posisi nomor dua setelah Sy Fasha.

"Jika dibandingkan Mei 2017, pada survei kita Juli 2017 ini dokter Maulana mengalami peningkatan elektabilitas yang pesat, dimana sekarang elektabilitasnya mencapai 17. 93 persen," jelas Reno Noverdi. ST. MT, Managing Riset LKPR, Kamis (27/7).

Sedangkan jika dalam posisi wakil walikota diantara nama-nama yang di survei elektabilitas dr. Maulana mencapai 37 persen tertinggi di antara semua calon yang muncul di masyarakat.

Survei LKPR sendiri dilaksanakan dengan mewawancarai 600 orang responden di tanggal 7 - 15 Juli 2017, dengan metode proporsional random sampling dengan teknik pendalaman Focus Group Discussion (FGD) terstruktur.

Menurutnya peningkatan ini disebabkan tiga faktor seperti intesitas sosialisasi, pemberitaan media dan framing issu sebagai pasangan petahana ternyata mampu menghasilkan lonjakan elektoral pemilik rumah sakit ibu dan anak Annisa tersebut di masyarakat.

"Faktor sosialisasi di masyarakat, pemberitaan media dan frame issu akan menjadi pasangan Fasha menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan elektabilitas pak Maulana," jelasnya.

Namun pria yang berprofesi dosen itu menambahkan meski digadang-gadang akan berpasangan dengan petahana, suami dari dr. Nadiyah ini memiliki basis elektabilitas yang berbeda dengan Sy. Fasha.

"Data kita menunjukan dr. Maulana memiliki basis elektoral tersendiri yang tidak satu irisan dengan petahana," sebutnya.

Kontruksi elektoral dr. Maulana lebih menyebar di banding semua bakal calon termasuk dengan petahana, hal ini terlihat dari tingkat akseptabilitas (penerimaan) beliau yang lebih merata di semua karakteristik masyarakat yang di survei.

"Tingkat penerimaan dr. Maulana di masyarakat lebih menyebar di semua karakteristik yang di survei," pungkasnya.


Reporter: Gustav