Ada 12 Stasiun Kareta Api Antara Jambi- Rengat

Senin, 29 Januari 2018 - 18:00:39


Ilustrasi Kareta Api
Ilustrasi Kareta Api /

Radarjambi.co.id, KOTA JAMBI-Pembangunan jalur kareta api Trans Sumatra antara Jambi dengan Rengat saat ini dalam tahap pembebasan lahan, diterget pembangunan rel ini bisa dikerjakan tahun 2019.

Kepala Bidang Jalan Darat dan Perkeretaapian Dishub Provinsi Jambi Gushendra mengatakan penetapan trase telah dilakukan oleh kementerian, untuk Jambi-Palembang dan Jambi-Rengat.

Ia menyampaikan, sesuai dengan Studi Detail Engineering Design (DED) Jalur Kareta Api yang disiapkan sesuai trase Jambi- Pakanbaru melaui Rengat sepanjang 224 km, namun koordinat trase yang DED ditetapkan hanya sepanjang 120 km artinya ini ada kekurangan 104 km dan itu saat ini yang dikerjakan antara jambi dengan rengat.

"Terjadinya kekurangan ini ada hitung-hitungan dari kementerian, sepanjang 120 kilometer itu ditanggung oleh wilayah Pakanbaru atau Riau,"ucapnya

Ia juga menjelaskan, ada 12 stasiun kareta api antara Jambi dengan Rengat. Sedangkan untuk pola operasi untuk trase dan DED pembangunan jalur kareta api lintas Jambi dengan Rengat di Sumatra antara stasiun pematang gajah sampai dengan stasiun batang asam.

"Sistem jalurnya, pada tahap awal masih direncanakan jalur tunggal hal ini berdasarkan prakiraan potensi angkutan. pada jalur tunggal jumlah kareta api lebih kurang 2 kereta api,"katanya.

Gushendra mengatakan, ditahun 2018 ini pelaksanaan pembebasan lahan sudah harus selsai agar "staking" lintasan dapat dilakukan.
"Semua proyek kareta api ini kementerian dan kita hanya menyediakan tempat lokasi pembangunan sesuai dengan strategis nasional. Tugas dan wewenang dari pemerintah daerah hanya membantu percepatan pembangunan, misalnya ada pembebasan lahan kita diminta untuk koordinasi baik itu kecamatan, desa maupun kabupaten. dan anggarannya semua dari pusat," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, tim terpadu mulai melakukan sosialisasi pembebasan lahan yang akan digunakan sebagai trase rel kereta api yang melewati Jambi. Ini dilakukan agar masyarakat mau lahannya untuk dibebaskan.

"Pembangunan rel kereta dilakukan di tahun 2019 kalau pembebasan lahan sudah selesai," kata Gushendra.
Ditanya berapa nilai pembebasan lahan untuk di Jambi, Gushendra mengatakan saat ini belum ada ketetapan, namun semua anggaran pembangunan rel ini sepenuhnya dari pusat.

Sedangkan untuk koordinat kareta api Jambi-Palembang sekitar 40 kilometer lebih juga telah ditentukan dan pembebasan lahan saat ini sudah bisa dimulai. "Jalur Jambi- pelembang sudah mulai dilakukan pembebasan lahan,"ujarnya.

Sedangkan untuk kondisi lahan yang direncanakan pembangunan jalur kareta api jambi-batas riau didominasi oleh lahan perkebunan yaitu sebesar 97,53 persen, sedangkan tutupan lahan hutan sudah berubah alah fungsi menjadi perkebunan.

"Tutupan lahan kebun karet panjangnya sekitar 79.826 Meter, Kebun Sawit 58.235 Meter, Pemukiman 1.382 Meter, Rawa 1.357 M, sedang untuk tubuh air 757 M. jika ditotal semua panjang tutupan lahannya mencapai 141.557 Meter, dan jika dipersentasenya 100 persen,"tukanya.

 

REPORTER : ENDANG