Radarjambi.co.id - KUALA TUNGKAL - Beredar isu dugaan pengaturan Proyek di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Tanjab Barat.
Dari data yang berhasil dihimpun, oknun dan staf pegawai dinas perkim memprioritaskan orang terdekat atau keluarga untuk mendapatkan paket pekerjaaan di Dinas tersebut.
Selain itu, ada juga rekanan jika ingin mendapatkan pekerjaan paket proyek didinas tersebut harus menyetor fee rata-rata 10 persen dari pagu proyek yang tersedia.
Hal ini terungkap, saat beberapa rekanan yang kesulitan meminta tanda tangan Kadis untuk mengurus pencairan, sementara Kepala Dinasnya, Netty martini diketahui salalu berada di luar daerah dengan alasan Dinas Luar.
"Ini sudah memasuki akhir tahun anggaran 2018, kita ingin minta tandatangan kadis untuk keperluan pencairan, seharusnya kan kadis harus ada ditempat agar tidak menghambat pekerjaan," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Diakuinya, untuk mendapatkan paket pekerjaan sebagai rekanan harus menyetor fee 10 persen kepada oknum pegawai kepercayaan kadis, yang menjabat sebagai bendahara kantor.
Selain itu juga ada rekanan yang hanya menyetor uang muka dan akan dilunaskan setelah termen.
"Untuk mendapatkan pekerjaan kami harus setor fee 10 persen, bahkan ada yang nyetor hingga 12 hingga 15 persen, katanya perintah kadis, tapi saat kita membutuhkan tanda tangan seperti ini terkesan dipersulit," akuinya.
Bahkan untuk mendapatkan tanda tangan kadis dijelaskannya, rekanan harus mengumpulkan berkas kepada pegawai kepercayaannya itu.
"Dikumpulkan semua berkas yang ingin ditanda tangani, baru orang kepercayaannya pergi ngantar berkas ke Jambi untuk ditandatangani," jelasnya.
Menurutnya, kenapa harus tanda tangan dijambi?
"Diakan pejabat di Tanjab barat jika berurusan harus keluar, namanya saja kadis di Tanjab barat sementara dia slalu diluar daerah, dengan alasan DL, masa iya DL setiap hari," ujarnya.
Terpisah, Kadis Perkim Tanjab Barat, Netti Martini dihubungi via ponselnya belum lama ini mengakui kalau dirinya sdang DL ke Jakarta. Dan untuk keperluan tanda tangan berkas terkumpul dengan bendaharanya dan diantarkan ke Jambi, karena dirinya juga ada acara di Jambi.
"Nanti untuk tanda tangan, Bendahara saya yang bawa berkasnya ke Jambi," ungkapnya.
Bahkan saat akhir tahun seperti saat ini, rekanan yang sudah termen juga harus menyelesaikan setoran fee yang belum lunas dengan bendahara sekaligus orang kepercayaan kadis.
Diketahui, orang kepercayaan Kadis Perkim sekaligus Bendahara Dinas Perkim Tanjab barat tersebut merupakan keluarga dari Ketua DPRD Tanjabbar, yang juga sebagai dekingan modal sehingga berani berani meminta dan menerima fee dari rekanan yang ingin mendapatkan pekerjaan.
Reporter : Kenata
Editor : Ansori
Ketua KPU Blak-Blakan Terkait Logistik Khusus Pemilih Gangguan Jiwa
Ketua KPU Blak-Blakan Terkait Logistik Khusus Pemilih Gangguan Jiwa
Bupati Geram, Pegawai BPN Kualatungkal Tidak Satupun Yang Ngantor