Dewan Pertanyakan Aliran Dana Penanganan Covid-19 di Tanjabbar

Selasa, 21 April 2020 - 19:37:04


DPRD Tanjabbarat
DPRD Tanjabbarat /

radarjambi.co.id-TANJABBARAT - Anggap kurangnya koordinasi pihak Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Terkait Kelengkapan untuk disetiap Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) dalam Penanganan Covid -19. Membuat Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat mempertanyakan dana aliran untuk wabah tersebut.

Anggota Komisi II DPRD, Syufrayogi Syaiful, saat dikonfirmasi menyebutkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam koordinasi kebawah dianggap masih lemah.

Terbukti salah satu puskesmas Tanjung Jabung Barat yakni puskesmas bertempat di kecamatan parit deli masih memasang brosur atau selebaran untuk meminta bantuan alat kelengkapan untuk tenaga medis.

"Kita Bingung lihat cara koordinasi Dinas Kesehatan ini, kok Masih ada puskesmas didalam kabupaten kita Masih menyebar kan brosur Minta Alat kelengkapan dan hal lainnya," ujar Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Syufrayogi Syaiful Saat dikonfirmasi, Selasa (21/04).

Dikatakan Yogi, saat rapat bersama Sekretaris Daerah (Sekda) bersama Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit dan unsur OPD lain nya menyebutkan tidak di benarkan pihak Dinas Kesehatan dan jajaran dibawahnya untuk meminta bantuan alat kelengkapan dan yang lainnya kepada masyarakat ataupun donatur.

"Kemarin kita saat rapat bersama sekda menyebut kan, tidak ada tenaga medis atau pihak Dinas Kesehatan minta bantuan selain menggunakan dana yang telah di dapat," beber Syufrayogi Syaiful.

Syufrayogi Syaiful mengharapkan, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam hal ini Dinas Kesehatan transparan dalam mengelola anggaran dana Covid-19 dan kejadian yang dialami tenaga medis seperti masih kurang nya kelangkapan dalam lingkup puskesmas Tidak terjadi

"Kita minta kepada pihak-pihak terkait agar transparan dalam mengelola anggaran covid-19 ini, berapa anggaran dan pengeluaran darimana saja berasal sampaikan, jangan kejadian ini membuat para tenaga medis kita mogok karena kurang nya kelangkapan dan peralatan yang seharusnya dipenuhi untuk menunjang Profesional Tenaga Medis," khawatir Yogi. (ken)

 

Editor : Ansory S