Warga Lubuk Resam CNG Kantongi Bukti dan Identitas Terduga Pelaku Pencuri Puluhan Ekor Kerbau

Selasa, 21 April 2020 - 19:58:23


Daftar nama korban pencurian kerbau, bukti motor dan kerbau warga, serta laporan pelapor
Daftar nama korban pencurian kerbau, bukti motor dan kerbau warga, serta laporan pelapor /

Radarjambi.co.id-SAROLANGUN-Ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19),  sedikitnya 8 orang warga Desa Lubuk Resam, Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG), Kabupaten Sarolangun menjadi korban pencurian puluhan ekor kerbau melaporkan ke Polsek Limun-CNG pada Sabtu (18/04), lalu.

Ini menarik, kedelapan korban tersebut sudah mengantongi Barang Bukti (BB) berupa motor yang diduga milik pelaku dan digunakan untuk beraksi serta BB kerbau hasil curian. Selain itu, mengantongi identitas terduga pelaku pencurian.

Salah seorang perwakilan dari pihak korban, Abdurahman (51), warga RT 014, Dusun Bakti, Desa Lubuk Resam Kecamatan CNG, Kabupaten Sarolangun menyebutkan, kasus pencurian kerbau ini sudah marak terjadi di desa Lubuk resam, malah kejadian yang serupa sudah terjadi sejak 3 tahun yang silam. Hanya saja, kini warga baru bisa mengungkap identitas diduga pelaku yang berdasarkan bukti-bukti otentik yang dimiliki oleh warga.

“Dari 8 orang warga yang menjadi korban pencurian kerbau, adapun jumlah kerbau yang hilang sebanyak 24 ekor, jika dinilai dengan uang ditaksirkan jumlah kerugian mencapai tiga ratusan juta rupiah. Tak menutup kemungkinan jumlah korban bisa bertambah lagi. Jikalau kita bicara jumlah kerbau warga yang sudah hilang sudah terjadi sejak 3 tahun yang silam, itu bisa mencapai 2 ratusan ekor kerbau, bayangkan inilah membuat warga menjadi geram,”ucapnya.    

Ditambahkan, Abdurahman, pada Sabtu (18/04), lalu kedelapan korban sudah membuat laporan ke Polsek Limun-CNG. Dengan laporan tersebut, warga minta kasus ini ditindaklanjuti sesuai dengan proses hukum.

“Dari bukti dan identitas terduga pelaku yang dipegang oleh warga, saya sangat berharap kasus ini terungkap, termasuk dalang dan aktor dibalik kasus ini, sehingga pemilik ternak bisa merasakan aman dalam memilihara ternaknya,”terangnya.

Terpisah, Kapolsek Limun-CNG, IPTU Purwanto saat dikonfirmasi via telpon mengatakan, tindak lanjut dari laporan pelapor masih dalam proses pengembangan, karena tersangka dapat kabur saat dilakukan penangkapan.

“Masih proses pengembangan, tersangka dapat kabur saat penangkapan,”tandasnya. (tim)

 

EDITOR : ANSORY S