KFA Kunjungi Warga Penderita Glukoma dan Katarak

Kamis, 21 Januari 2021 - 12:24:13


/

Radarjambi.co.ir-Tersebar luasnya berita mengenai Hendri (39) warga RT 18 Kel. Pematang Sulur Kec.Telanaipura yang sudah 4 tahun mengalami penyakit glukoma dan katarak yang membuat perekonomian keluarganya terhambat.

Mendengar kabar tersebut, Kemas Faried Alfarelly, Komisi IV, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi, Kamis (21/01) pagi langsung mendatangi kediaman Hendri untuk memberi bantuan dan mendengarkan secara langsung keluhan-keluhan yang dihadapi selama ini.

"Alhamdulillah, kami selaku wakil rakyat bersama Kadis dan Camat mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan media yang telah memberikan informasi secara luas sehingga kami dapat hadir pada pagi hari ini," ujarnya.

"Saya tadi sudah banyak berbincang dengan Hendri, beliau ini memang sudah 4 tahun mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dan glukoma. Kami sangat prihatin dengan penyakit yang di deritanya," sambungnya.

Hendri yang kesulitan biaya sehingga mengandalkan istri yang sangat sayang terhadapnya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan Rp. 1.200.000 perbulan.

"Kami hadir di sini dan mencoba menanyakan apalagi yang dibutuhkan oleh Hendri ini, karena Hendri merupakan warga kami di Pematang Sulur," katanya.

Adapun kendala yang di alami hendri yaitu dirinya belum mendapatkan BPJS gratis dari pemerintah dan pernah menjadi anggota BPJS Mandiri yang memiliki tunggakan kurang lebih 4 tahun.

"Pagi tadi saya sudah berkoordinasi langsung dengan kepala BPJS Kota Jambi untuk menanyakan berapa banyak tunggakan. Kita juga lakukan pengecekan, karena ada regulasi pemerintah terkait BPJS dan bisa di bayar 2 tahun dari 4 tahun," jelas Faried.

Kemudian mengenai bantuan terkait PKH dan kartu Jamkesda, Dinas Sosial, Kecamatan dan Kelurahan akan menyiapkan data-data untuk segera cepat di selesaikan.

Faried berharap kepada seluruh masyarakat Kota Jambi di kondisi pandemi covid-19 yang membuat aktivitas masyarakat terhalang.

"Kita membuka dan mengetuk hati masyarakat apabila ada warga kesulitan untuk sama-sama membantu, bukan secara materi saja, mensuport mereka dengan mengajak bicara itu merupakan salah satu upaya mereka untuk bertahan hidup dan melakukan kegiatan ekonomi lainnya," tutupnya. (ria/akd)