Ketua DPRD Tontawi Maksimalkan Kegiatan Reses di Desa Payo Lebar dan Pulau Aro

Selasa, 16 Februari 2021 - 21:13:25


Jalannya Reses di Desa payo Lebar
Jalannya Reses di Desa payo Lebar /

RADARJAMBI.CO.ID-SAROLANGUN - Dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Tontawi Jauhari memaksimalkan pelaksanaan kegiatan Reses di dua titik di Daerah Pemilihan Sarolangun III, yakni di Desa Pulau Aro, Kecamatan Pelawan pada Senin (15/02) siang dan di Desa Payo Lebar, Kecamatan Singkut (16/02) siang.

Kedatangan Ketua DPRD, Tontawi Jauhari di Desa Puyo Lebar disambut humanis oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para kelompok tani. Hadir juga Kepala Desa Payo Lebar Imam Syafii, Ketua BPD Desa Payo Lebar Ngalimun dan tamu undangan lainnya.

Politisi Golkar yang dikenal ramah itu, menghimpun aspirasi masyarakat yang dinilai menjadi kebutuhan prioritas masyarakat untuk kemajuan pembangunan dan peningkatkan perekonomian atas dampak Covid-19.

Jalannya Reses dilaksanakan secara dua hari berturut-turut itu tetap berlangsung dengan aman dan damai dengan menerapakan Protokol Kesehatan Covid-19.

Ditengah kegiatan Reses, Ketua DPRD juga memberikan ruang dan waktu untuk berdialog, semua masukan, saran dan pendapat dirangkum notulen Reses.

Tokoh masyarakat Payo Lebar yang juga mantan Kades Payo Lebar, melantuntan uucapan terima kasih atas kedatangan Ketua DPRD Sarolangun pada kegiatan Reses. Ia berharap semoga usulan yang disampaikan oleh masyarakat dapat terjawab sehingga keluhan masyarakat dapat dikabulkan, untuk kemajuan pembangunan desa Payo Lebar.

"Kami berharap semua bentuk usulan masyarakat bsa di respon secara positif dan berbuah manis pada kenyataan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Payo Lebar,"katanya

Sementara itu, Eko Purna Wirawan, Kadus Karya Makmur mengusulkan agar dilakukan Pengaspalan jalan pada areal pembibitan di RT 36 sampai RT 24 dengan panjang lebih kurang 1 km, sebab saat ini anak-anak sekolah yang hendak berangkat harus melalui jalan yang buruk.

Hal senada Murniati, dari kelompok wanita tani Makmur lestari. Katanya, pihaknya mengajukan bantuan bibit jenis ikan patin, namun sampai sekarang ini belum ada terealisasi, sementara di daerah lain sudah ada yang terealisasi.

"Kenapa kami tidak terealisasi. Karena dengan adanya budidaya ikan akan bisa meningkatkan kesejahteraan kami, kolamnya ada, kami ajukan 10 ribu bibit dan pakannya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dusun suka jadi, Saptoyo, mengatakan bahwa di desa Payo Lebar ini memang Program dana P2DK sudah bisa dikatakan berhasil dalam budidaya ternak sapi. Bahkan saat ini sudah ada 46 indukan yang bisa berkembang.

Namun, masyarakat mengeluhkan pakan ternak, sebab dengan bertambahnya jumlah ternak kebutuhan pakan pun semakin tinggi.

"Kami butuhkan bagaimana kita menumbuh kembangkan pakan ternak, maka saya berharap kedepan ada bantuan pengolah pakan, maka saya usulkan mesin pengolah pakan ternak, secara nominal saya tidak tahu berapa,"sebutnya.

"Di wilayah Payo lebar sebagian besar masyarakat memiliki kegiatan ekonomi secara telaten membuat makanan ringan. Saya berharap adanya semacam tambahan modal simpan pinjam Ibu Rumah Tangga (IRT), dimana nantinya bisa diolah masing-masing sehingga berputar di wilayah masing-masing, "tambahnya.

Menariknya, ada sebagian warga lainnya juga mengusulkan pembangunan jembatan, pencucian parit, replanting Sawit, pembangunan drainase, pembangunan MCK, pengerasan jalan di lorong tukinem sepanjang 8 hektar dari Dusun empat sampai menjelang perbatasan perkampungan siliwangi, peninggian jalan dan pembangunan madrasah karena sudah tidak bisa menampung jumlah murid dengan kondisi madrasah yang ada.

Sementara itu, Kepala Desa Payo Lebar Imam Syafii, mengatakan tapal batas desa Payo lebar sampai hari ini belum diketahui, hanya diketahui batasan antar desa. Maka diharapkan permasalahan yang sudah lama ini, dapat menentukan tapal batas di wilayah Kecamatan Singkut.

"Ini sangat penting, nanti di peta kita mengira-ngira malah jadi permasalahan, maka kami mohon kepada bapak ketua dprd agar nantinya ada program penentuan titik tapal batas di Kecamatan Singkut ini,"cetusnya.

Menanggapi berbagai usulan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut, Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari pun juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah antusias mengikuti reses ini dan menyampaikan berbagai usulan maupun keluhan masyarakat.

Kata Tontawi, usulan-usulan yang sebagai catatan khusus dewan ini akan dibahas bersama nantinya bersama dewan di tingkat Kabupaten. Jika memang usulan masyarakat itu ada yang prioritas maka akan direalisasikan karena situasi dan kondisi APBD Kabupaten Sarolangun sangat terbatas.

"Apa yang sangat prioritas, itulah yang nanti kita anggarkan di tahun 2022, seperti salah satu harapan masyarakat pengaspalan jalan, dan pembangunan jembatan travesium,"katanya.

Usulan lainnya, juga kata Tontawi Jauhari, juga tentu tidak luput dari perhatian dewan. Seperti usulan bantuan mesin pengolahan pakan ternak, bibit ternak, replanting karet, pembangunan Madrasah, peningkatan ekonomi di sektor ekonomi kreatif, yang semuanya pada intinya untuk memajukan desa Payo Lebar.

"Kita tahu ada 149 desa dan 9 kelurahan, semuanya akan kita tampung dan dibahas bersama nanti di DPRD untuk ditindak lanjuti masuk ke dalam RKPD an KUA-PPAS untuk disahkan menjadi APBD tahun 2022 nanti,"sebutnya.

Namun, untuk usulan bantuan bibit ikan melalui kelompok tani, kata Tontawi nanti akan disampaikan ke dinas terkait, sebab memang sektor perikanan ini sangat berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

"Soal bibit, nanti kita sampaikan ke dinas untuk sosialisasi ke bawah. Dan MDT masih boleh apbd, tapi kalau Madrasah itu sudah Kemenag. Dan soal Pengaspalan jalan, disingkut sudah ada sekitar 60-70 Persen sudah terjawab dalam pengaspalan jalan, dan umumnya sudah hitam di beberapa desa, termasuk di Payo Lebar, "tambahnya.

Kemudian, kata Tontawi, soal mesin pengolah pakan ternak juga akan jadi perhatian dan akan disampaikan juga ke dinas terkait agar nantinya ada bantuan mesin tersebut. Termasuk usulan Replanting sawit akan tetap diperjuangkan karena sudah ada program replanting sawit ini seperti di Kecamatan Air Hitam, yang mendapatkan bantuan Rp 35 juta Per hektar.

"Kalau simpan pinjam itu terus dilakukan namun ini harus ditekuni, hanya saja dalam produk makanan ringan ini harus ada pemasaran,"ucapnya.

Perlu diketahui, Reses Ketua DPRD di Desa Pulau Aro pada Senin (15/02) perwakilan tokoh masyarakat mengusulkan pembangun jembatan travesium yang runtuh akibat banjir beberapa tahun yang lalu yang menghubung ke desa tetangga. Kemudian mengusulkan pembangunan turab beton penahan tebing di areal dekat sawah serta jembatan, pembangunan gedung lembaga pengajian anak anak dan muda mudi dan mengusulkan jalan poros penghubung dari Desa Pulau Aro ke Lubuk sepuh segera di aspal.

 

PENULIS: CHARLES R
EDITOR: ANSORY S