Mau Aman, Liburan di Rumah Aja

Minggu, 11 Juli 2021 - 20:33:16


Wahyu Eria Putri
Wahyu Eria Putri /

radarjambi.co.id-Banyak sekali orang yang menantikan hari libur, karena pada saathari libur mereka bisa menghabiskan waktu dengan keluarganya di rumah ataupun menghabiskan waktu untuk berlibur di luar rumah.

Ada banyak sekali pilihan tempat untuk dikunjungi saat liburan.Tempat yang paling umum dikunjungi ketika liburan yaitu tempat wisata alam seperti air terjun, telaga, pemandian air hangat,pantai,dan tempat wisata lain.

yang membaur dengan alam karena sangat cocok untuk merefresh pikiran yang sudah penat dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu,jika kita pergi ketempat wisata yang masih alami maka kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah dan asri yang bisa memberikan ketenangan pada jiwa.

Namun, adanya Covid-19 berdampak pada sektor pariwisata yang mengakibatkan menurunnya jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata.

Sebenarnya masyarakat sangat menginginkan liburan dan mengunjungi destinasi wisata bersama keluarga tercinta, untuk kali ini mereka harus menundak einginan mereka dikarenakan harus mengikuti peraturan dari pemerintah untuk dilarang berkumpul dan menghindari dampak dari virus Corona.

Meskipun demikian, para pemilik destinasi wisata dan para content creator membuat suatu inovasi yang dimana parawisatawan tidak harus mengunjungi dan mendatangi destinasi tersebut.

Namun mereka bisa merasakan sensasi berwisata secara virtual, seperti menonton keindahan Aurora di Kutub Utara melalui Televisi atau Smartphone yang dimana ditayangkan secara langsung oleh para contentcreator yang menaruh kamera selama 24 jam di Kutub Utara.

Sehingga pada era digital yang sudah maju seperti ini, kita bisa menonton segala macam sesuatu dan merasakan wisata mengunjungi semua destinasi wisata di seluruh dunia tanpa harus mengeluarkan uang lebih dan tenaga.

Walaupun untuk beberapa orang pariwisata secara virtual ini memang kurang menarik dan kurang asik dikarenakan kita tidak bisa melihat secara langsung dan merasakan suasananya secara langsung bagaimana keadaan di tempat tersebut.

Menurut saya, ada beberapa kelebihan dan kekurangan liburan virtual, beberapa kelebihan dari wisata virtual yaitu kita bisa menjangkau berbagai tempat bahkan tempat yang tidak bisa dilewati atau dikunjungi ketika berwisata secara offline.

Seperti halnya saat berwisata secara offline atau tour reality, kita akan mendapatkan tur rute spoorweg dari pemandu wisata,jika dalam wisata tur reguler para pengunjung akan masuk ke tempat tersebut, maka dalam tur virtual pengunjung juga dapat menikmati berbagai tempat wisata dari sudut manapun.

Selain itu, liburan virtual bisa dilakukan dimanapun dan siapapun tanpa terkendala jarak.

Namun, disamping beberapa kelebihan tersebut terdapat juga kekurangan dari liburan virtual yaitu membutuhkan koneksi yang stabil.

Jika dalam liburan secara offline kita membutuhkan fisik yang kuat untuk menempuh perjalanan yang panjang, maka ketika kita berlibur secara virtual kita hanya butuh sambungan internet yang lancar dan memadai.

Yaps benar sekali,kunci dari kelancaran liburan secara virtual yaitu sambungan internet yang stabil. Karena jika sambungan internet tidak stabil dapat mengganggu kelancaran ketikaberlibur.

Jadi jika ingin menikmati liburan secara virtual kita harus menyediakan paket internet dan memastikan sambungan internetnya stabil sehingga dapat mengakses zoom secara mudah. Zoom adalah salah satu aplikasi yang bisa digunakan ketika kita berlibur secara virtual atau liburandirumah.

Terlepas dari berbagai kelebihan dan kekurangan dari liburan virtual, pasti pernah terbayang bagaimana sosok virtual yang akan memandu kita ketika berlibur secara virtual.

Istilah yang menggabungkan antara virtual reality dan tour itu pada dasarnya simulasi dari sebuah tempat,dengan menggunakan bantuan video,foto,dan suara.

Sebelum adanya pandemi Covid-19 ini virtual tour kerap dimanfaatkan untuk kegiatan pemasaran. Namun, seiring dengan pencegahan penyebaran virus corona, virtual tour semakin populer.

Tidak berbeda dengan perjalanan sungguhan melakukan virtual tour dengan keluarga juga butuh banyak persiapan.

 Jika kita melakukan virtual tour secara mendadak tanpa persiapan maka kegiatan virtual tour akan terasa membosankan terutama untuk anak-anak.

Untuk itu kita harus melakukan banyak persiapan untuk melakukan virtual tour seperti menentukan tema jalan- jalan, kemudian ketika virtual tour ingin jalan sendiri atau ada yang memandu.

Tidak kalah pentingnya memilih tempat yang akan dituju juga dibutuhkan ketika virtual tour agar liburan terorganisir dan bisa mencapai liburan sesuai dengan yang diinginkan, selain itu kita juga bisa menyelesaikan liburannya dengan tepatwaktu.

Tips ketika ingin memilih liburan maka kita harus memilah mana yang lebih diprioritaskan dan lebih penting ketika ingin berlibur, seperti contoh ketika kita ingin berlibur disuatu wisata namun destinasi tersebut dipenuhi oleh pengunjung maka alangkah baiknya kita menghindari tempat tersebut dan lebih memilih liburan secara virtual.

Layanan wisata virtual bisa berbayar ataupun gratis seperti contoh layanan virtual gratis yaitu menggunakan Google earth atau Google Street map yang di mana kita bisa melihat bagian luar destinasi wisata tersebut dan juga bagian dalam walaupun tidak semuanya bisa terlihat, dan kita juga bisa berkeliling seolah-olah sedang berjalan di wisata tersebut.

Dengan adanya wisata virtual ini para pemandu wisata yang menganggur dikarenakan terdampak virus corona bisa kembali bekerja namun secara virtual yaitu dengan merekam menggunakan kamera 360 dan direkam supaya pengunjung bisa menonton video wisata tersebut di link atau YouTube.

Ada juga beberapa pemandu wisata yang menanyakan video berkeliling di tempat wisata tersebut secara langsung baik berbayar atau gratis, yang perlu diingat adalah kita tetap menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari pemerintah agar bisa mencegah atau memutus penyebaran Covid-19.

 

Penulis : Wahyu Eria Putri
Mahasiswa Pendidikan BahasaInggris (PBI) Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta