Maraknya Gesekan Antar Fraksi Parpol Jelang Pemilu 2024

Jumat, 13 Oktober 2023 - 13:54:36


Wisnu Riski Ananda
Wisnu Riski Ananda /

Radarjambi.co.id-Gesekan antar fraksi partai politik menjelang pemilu mungkin sudah tidak asing lagi  bagi kita untuk didengar.Gesekan yang dimaksud disini yaitu persaingan antar fraksi-fraksi partai politik.

Karena, pada dasarnya setiap fraksi tersebut memiliki tujuan (goals) yang sama untuk memenangkan persaingan itu. Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian fraksi tertentu menggunakan berbagai cara gesekan agar dapat lebih unggul dari fraksi lainnya dengan cara yang tidak sehat.

Menjelang pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024, gesekan antar fraksi partai politik lebih berbahaya dari pilpres tahun sebelumnya karena ,dapat  menimbulkan kerawanan dan perpecahan antar fraksi tersebut.

Belum lagi dengan adanya peluang dan tantangan kemunculan fraksi partai - partai baru di era disrupsi ,yang menyebabkan berubahnya suatu susunan atau tatanan dalam politik itu sendiri dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menghadapi persaingan elektoral jelang pemilu 2024 .

Efek buruk dari disrupsi itu sendiri dapat memicu perang media sosial antar fraksi- fraksi partai politik  dalam laman- laman media sosial seperti adanya berita hoax.

Di sisi lain, munculnya fraksi partai-partai baru dalam pemilihan legislatif karena masuknya Indonesia ke dalam sistem multipartai dalam jumlah tak terhingga.

Hal itu merupakan suatu konsekuensi dengan adanya demokratisasi dan reformasi, pada saat itulah yang memberikan kesempatan serta peluang -peluang yang sama rata untuk masing-masing partai demi mengsukseskan gesekan pada kancah pasar politik.

Selain itu pola pikir juga didorong oleh pemikiran perkembangan masyarakat  yang berkaitan dengan pilihannya terlebih -lebih politik dalam partai yang akan terus berubah-ubah menjelang pemilihan umum berlangsung.

Hal itu memungkinkan partai politik sanggup menempatkan  diri di tengah kancah seiring redupnya ideologi dan platform politik partai itu sendiri. Pada Situasi itulah yang dapat membuka peluang munculnya partai-partai politik baru,

Kemunculannya pendatang baru partai politik jelang pemilu tahun 2024 salah satu contoh dampak dari disrupsi. Disrupsi mampu memberikan tantangan serta peluang bagi fraksi partai politik baru tersebut.

Tantangan munculnya partai politik baru yaitu dengan adanya konflik internal partai yang dapat mendorong kader-kader partai keluar sehingga dapat mendirikan sebuah partai.

Lain dari itu, disrupsi dapat dimanfaatkan parpol  dalam strategi branding antar fraksi partai partai. Maka dari itu, tantangan serta peluang disrupsi partai politik patut dipertimbangkan berbagai fraksi partai politik pendatang baru untuk bersaing jelang pemilihan umum 2024 yang akan datang dan dapat dijadikan sebagai sebuah strategi untuk mencapai kemenangan.

Salah satu contoh kasus yang merujuk pada gesekan antar fraksi politik yang dapat kita lihat sekarang yaitu: adanya berita yang gencar bahwa partai PKS

Cabut dukungan dari Anies Baswedan karena, pemilihan cawapres yang tidak sesuai dengan ekspetasi partai PKS tersebut .Yang mana ,hal tersebut menimbulkan perselisihan antar partai PKS dan Demokrat, sebelumnya

PKS memegang nama Anies Baswedan bersama fraksi politik yang berada dibawah naungan Anies, namun ketika cawapres diajukan parpol PKS mencabut dukungan tersebut.

Disisi lain, PDIP mencoba merayu PKS untuk bergabung dalam fraksi mereka dan memegang nama Ganjar Pranowo walaupun Demokrat belum bisa moveon dari PKS.

Melalui berita dan isu- isu tersebut banyak sekali yang menyimpulkan bahwa PKS benar dalam ambil keputusan, namun tak luput pula dari berbagai gunjingan dari berbagai pihak.

Maka dari itu berbagai fraksi parpol memanfaatkan situasi tersebut dengan mengadakan berita berita simpang siur yang merujuk kepada pecahnya gesekan antar fraksi parpol tersebut.

Persaingan antar  fraksi parpol merupakan bagian intergral dalam proses politik, demi memperoleh kemenangan didalam proses pemilu tersebut .

Dengan adanya suara mayoritas dalam pemilu, partai yang berkaitan akan dapat banyak berbuat dalam mengendalikan struktur negara dan pemerintahan;memperkuat serta memperjuangkan ideologi yang dihasilkan dari partainya; mempertahankan pada posisi elitnya dalam lingkup kekuasaan pemerintahan;sertamerealisir tujuan yang lebih lanjut,yaitu dengan mengawasi kebijaksanaan umum yang telah dirancang.

Dalam hal tersebut banyak sekali yang memberikan argumen yang berkaitan tentang timbulnya gesekan itu.

Salah satunya yaitu dari  anggota fraksi Gerindra DPRD Depok yang berargumen bahwa Perlunya kedewasaan dalam berpolitik guna menghindari kegaduhan yang dapat mengganggu kestabilitasan dalam sosial.

Karena, pemimpin harusnya lebih memahami dampak dari setiap tindakan politik yang diambil. Argumen lainnya menyebut bahwa tanggung jawab politisi tidak hanya berada dalam lingkup pencapaian kinerja parpol, namun juga berfokus dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera.

Menurut saya gesekan antar fraksi parpol sangat lumrah bagi negara Demokrasi seperti kita, tanpa itu negara kita tidak dikenal dari berbagai kalangan pihak.

Namun, gesekan itu sendiri harusnya dilakukan dengan cara yang sama-sama sehat tanpa menjatuhkan fraksi lainnya walaupun akan ada pihak yang menang dan kalah.

Itu semua merupakan hal yang wajar dalam persaingan, justru dengan adanya persaingan itu menampakkan bahwa negara kita sangat kritis dalam forum politik dan membuktikan bahwa negara kita dapat bersaing dengan fraksi parpol dari negara manapun.

Berkaca kita pada pemilu dari tahun sebelumnya, sejatinya gesekan antar fraksi parpol tujuannya juga satu, yaitu mencari pemimpin yang benar- benar sanggup memajukan kesejahteraan bagi rakyat yang dipimpinnya.

Solusi yang dapat mencegah timbulnya gesekan antar fraksi parpol jelang pemilu 2024 dari setiap daerah yaitu dengan diadakannya sistem keamanan nasional yang dipergunakan untuk persaingan secara sehat antar fraksi parpol.

Menggunakan kedewasaan dalam bersaing di forum parpol dan lainnya, membangun komitmen cinta damai, serta edukatif dalam bersaing, banyak sekali solusi yang dapat diberlakukan dalam peminimalisirangesekan tersebut, namun beberapa point tersebut sudah cukup luas jika dikembangkan.

Dengan adanya point tersebut dapat mendukung dan membantu dalam meminimalisir gesekan antar fraksi partai- partai politik yang ada menjelang pemilu 2024.

Kita hanya bisa meminimalisirnya dan tidak dapat menghilangkannya. Karena pada dasarnya gesekan antar fraksi parpol menggambarkan bahwa negara kita adalah negara Demokrasi. (*)

 

Penulis  : Wisnu Riski Ananda Mahasiswa Universitas Andalas Fakultas Ilmu sosial Dan Ilmu politik