Radarjambi.co.id-TAPANULI SELATAN- - Pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan terus menunjukkan progres. Sejumlah infrastruktur dasar yang sempat lumpuh kini mulai kembali berfungsi, seiring kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kebangkitan masyarakat pascabencana.
Salah satu yang terlibat aktif adalah PTPN IV PalmCo, yang sejak fase tanggap darurat hingga tahap akhir pemulihan terus memperlihatkan peran. Hal itu dipandang mempercepat normalisasi akses dan aktivitas ekonomi warga di sejumlah desa terdampak.
Jika dilihat mundur, sejak hari-hari awal bencana pada akhir 2025, PalmCo telah menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, air bersih, hingga obat-obatan. Perusahaan juga mendukung penyediaan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak.
Tak hanya itu, akses jalan yang terputus akibat timbunan lumpur dan material banjir direspons dengan pengerahan alat berat. Empat unit ekskavator disewa untuk membuka jalur yang sempat lumpuh. Pada tahap awal ini, perusahaan menggelontorkan dana hampir setengah miliar, termasuk untuk operasional bahan bakar di wilayah Tapsel.
Memasuki fase pemulihan, tantangan bergeser pada perbaikan infrastruktur yang menjadi tulang punggung aktivitas warga. Jalan poros desa dan saluran drainase yang tertutup sedimen menjadi fokus utama.
Di fase ini PalmCo mengalokasikan dana lanjutan lebih dari Rp700 juta. Dana ini digunakan untuk operasional ekskavator secara intensif sepanjang Januari hingga Maret 2026, terutama di empat desa di Kecamatan Batang Toru, yakni Desa Garoga, Mabang Pasir, Benteng, dan Kampung Durian.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa pendekatan yang dilakukan perusahaan dirancang berkelanjutan dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Respons awal kami fokus pada penyelamatan dan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, pemulihan infrastruktur menjadi kunci agar masyarakat benar-benar bisa kembali mandiri,” ujar Jatmiko.
Menurut dia, perbaikan jalan dan drainase merupakan fondasi penting bagi pemulihan jangka panjang, terutama untuk menghidupkan kembali akses ekonomi warga.
Di lapangan, dampak dari normalisasi infrastruktur mulai dirasakan masyarakat. Pengerahan alat berat membantu membersihkan saluran air serta memperbaiki jalan desa yang sebelumnya tertutup lumpur tebal.
Pardikin, tokoh masyarakat setempat, menilai kehadiran PalmCo konsisten sejak masa darurat hingga kini.
“Kami merasakan langsung bantuannya, dari awal sampai sekarang. Yang terakhir ini sangat terasa karena jalan dan parit benar-benar dibersihkan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Nurkim, warga Desa Benteng. Ia mengatakan, akses jalan yang sempat terputus membuat aktivitas warga lumpuh total.
“Sekarang jalan sudah bisa dilalui lagi. Kami mulai bisa ke kebun dan ke pasar. Ini yang paling penting untuk kami bangkit,” katanya.
Pemulihan yang berlangsung bertahap ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Normalisasi infrastruktur dan keberlanjutan pendampingan menjadi faktor penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan secara mandiri.(*)
Pendaftaran Kelas Yamaha Engineering School (Yes) Jambi Kembali Dibuka Tahun 2026
OJK Perkuat Regulasi Industri Asuransi, Penjaminan, dan Dana Pensiun Untuk Pembiayaan Pembangunan
OJK Siapkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan Sektor PPDP 2026-2030 sebagai Panduan Industri
Ketahanan Pangan, IKBI PTPN Sebar Ikan Nila di Kolam Stunting
Pertamina Sumbagsel Apresiasi Langkah Tegas Polda Jambi Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bungo
OJK Dorong Kolaborasi Penguatan GRC Hadapi Risiko Global dan Digital
Jual Sisik Tringiiling, Dua Warga Sungai Bahar Terancam 15 Tahun Penjara