Bupati Hurmin Hadir di Paripurna DPRD Sarolangun Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:08:40


/

RADARJAMBI.CO.ID,SAROLANGUN - Bupati Sarolangun, H. Hurmin dan Wakil Bupati (Wabup), Gerry Trisatwika kompak hadir di Gedung DPRD Sarolangun guna mengikuti rapat paripurna DPRD dengan agenda, sidang tahunan MPR RI dan mendengarkan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/08), pagi.

Kemudian, H. Hurmin dan Gerry Trisatwika kembali hadir di Gedung DPRD guna mengikuti paripuran DPRD pada pukul 14.30 WIB, mendengarkan pidato Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Sidang Paripurna DPR RI.

Rapat paripurna DPRD Sarolangun berjalan khidmat, dipimpin Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani, didampingi Waka I DPRD Sarolangun Cik Marleni, Waka II DPRD Sarolangun Dedi Ifriyansah yang dihadiri 21 dari 30 orang anggota DPRD Sarolangun.

Bupati Sarolangun, H. Hurmin menyebutkan, bahwa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, Prabowo Subianto merupakan hal yang sangat penting. Sebab, ini adalah momentum untuk mendengarkan secara langsung arah kebijakan nasional yang disampaikan oleh Presiden RI.

"Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama jajaran Forkompinda Sarolangun mendukung dan akan menindaklanjuti apa yang telah menjadi arahan Presiden RI,"katanya.

Tampak hadir, jajaran Forkopimda Kabupaten Sarolangun, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin beserta paraketua organisasi wanita, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Para Kepala OPD, Kabag, Camat, Kabag dan tamu undangan lainnya.

Untuk diketahui, penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan pada Sidang Paripurna DPR RI oleh Presiden RI Prabowo Subianto, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun, meningkat dari Rp 3.842,7 triliun pada APBN 2026. Sementara itu, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp 3.153,6 triliun pada APBN 2026.

Pembiayaan RAPBN 2027 direncanakan sebesar Rp 671,2 triliun dengan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rencana pembiayaan APBN 2026 sebesar Rp 689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen terhadap PDB.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, pertumbuhan ekonomi tahun 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Inflasi akan dijaga pada level 2,5 persen, sementara suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan sebesar 6,9 persen dan nilai tukar berada pada kisaran Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.

Dikatakan Presiden Prabowo, RAPBN Tahun Anggaran 2027 akan difokuskan pada delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Delapan PKPN tersebut meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan,"katanya.

Presiden menjelaskan bahwa delapan prioritas tersebut akan didukung oleh penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi. (ciz)