Bupati Sarolangun Bersama Forkompimda Intensifkan Pemadaman Karhutla di Payo Laweh Sungai Abang

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:11:21


/

RADARJAMBI.CO.ID, SAROLANGUN - Bupati Sarolangun, H. Hurmin bersama Forkompimda,yakni Kapolres AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH, AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH, Kajari Taufik, SH, MH dan Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliasyah mengintensifkan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah gambut Payo Laweh, Desa Sungai Abang, Kecamatan Sarolangun, Kamis (27/08/2026), siang.

Tampak hadir Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH, Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, M.Pd.I, Kabag OPS Kompol Angga Luvyanto, SH, MH, jajaran personil TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Damkar.

Kepala BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliasyah, mengatakan kondisi terkini di Sungai Abang tengah berproses pendinginan.

"Saya di Sarolangun memastikan kondisi di beberapa tempat yang sudah terjadi kebakaran kita lakukan pendinginan,"ujarnya.

Menurutnya, selain di Sungai Abang. Pantauan Karhutla di Sarolangun juga terjadi di Kecamatan Air Hitam dan Pauh.

"Walaupun apinya kadang-kadang muncul dan kadang-kadang langsung hilang. karena ada angin yang berputar," katanya.

Berdasarkan koordinasi BPBD Provinsi Jambi dan Bupati Sarolangun Hurmin, tim Satgas Karhutla berencana akan membuat sekat kanal dilokasi lahan gambut di Desa Sungai Abang.

Sebelum merampungkan sekat kanal, dikatakan Bachyuni bahwa pihaknya telah meminta tim Satgas udara untuk menerjunkan water bombing pembasahan agar bara api padam.

"Kalau yang ini belum bisa dihitung karena drone belum naik keatas, tapi kalau perkiraan kurang lebih ini ada 20 sampai 30 hektar. Kalau di lubuk Kepayang air hitam itu kalau menurut penglihatan saya, walaupun tidak dihitung secara jelas itu diatas 50 hektar,"sebutnya.

Sementara itu, untuk titik hotspot di Sarolangun dikatakan masih cukup tinggi terhitung pada 27 Agustus 2026. Sedangkan untuk upaya modifikasi hujan buatan belum bisa dilakukan.

Tepisah, Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan saat ini kondisi kemarau dan cuaca yang masih panas sangat rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan, hal itu terbukti pada saat ini masih ada titik hotspot yang terpantau.

"Hari ini kita bersama Forkopimda, Kepala BPBD Provinsi Jambi serta tim Satgas Karhutla melakukan pemadaman api di lokasi yang sedang terjadi kebakaran. Kebakaran terjadi di lahan gambut, maka kami bersama tim satgas karhutla turun kelapangan dan memadamkan,"katanya.

Saat melakukan pemadaman, pihaknya juga mengalami kesulitan karena lahan gambut tersebut tentu berbeda dengan lahan mineral, dan pemadaman di lahan gambut pun butuh waktu beberapa hari.

Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama Tim satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun terus melakukan pemantauan titik hotspot secara intensif dan turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman api.

"Masyarakat dihimbau agar berhati hati melewati kawasan hutan, lahan atau perkebunan agar jangan membuang rokok sembarangan dan masyarakat pemilik lahan untuk tidak membakar lahan,"tandasnya.

Perlu diketahui, Karhutla yang tejadi di Payo Laweh Sungai Abang pada awal mulanya terjadi sejak Minggu malam 23 Agustus 2026 di lahan gambut TKD Sungai Abang. Pada Senin 24 Agustus 2026, pagi Tim Satgas Kabupaten Sarolangun sudah optimal melakukan pemadaman. Namun, kondisi cuaca yang panas disertai dengan angin yang lumayan kencang, sehingga api di lahan tanah gambut mudah meluas. (ciz)