Desa Tantan di Tengah Ancaman Banjir Muaro Jambi

Menjaga Lingkungan, Membangun Ketangguhan dari Desa

Selasa, 01 September 2026 - 16:32:53


Pelaksanaan pengabdian di Desa Tantan Kabupaten Muaro jambi, provinsi Jambi
Pelaksanaan pengabdian di Desa Tantan Kabupaten Muaro jambi, provinsi Jambi /

 

radarjambi.co.id, MUARO JAMBI– Bagi sebagian masyarakat Kabupaten Muaro Jambi, banjir bukan lagi peristiwa yang sepenuhnya asing. Ketika curah hujan meningkat dan debit air naik, kekhawatiran terhadap genangan hingga banjir kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah.

Desa Tantan menjadi salah satu desa yang berada dalam lanskap kehidupan masyarakat Muaro Jambi yang memiliki kedekatan kuat dengan lingkungan perairan. Kondisi geografis tersebut memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat, tetapi pada saat yang sama menuntut kesiapsiagaan terhadap berbagai persoalan lingkungan, termasuk risiko banjir.

Banjir tidak hanya berbicara mengenai air yang menggenangi suatu kawasan. Di balik peristiwa tersebut terdapat persoalan yang lebih luas, mulai dari kondisi lingkungan, perubahan tata guna lahan, pengelolaan sampah, saluran air, hingga perilaku manusia dalam memperlakukan alam.

Ketika banjir datang, dampaknya dapat menyentuh berbagai sisi kehidupan masyarakat. Aktivitas sehari-hari terganggu, akses masyarakat dapat terhambat, lingkungan permukiman terdampak, hingga muncul persoalan kebersihan dan kesehatan setelah air mulai surut.

Desa Bukan Sekadar Korban Bencana

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat desa tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai kelompok yang menerima dampak ketika bencana terjadi. Masyarakat justru merupakan kekuatan utama dalam membangun ketangguhan lingkungan dari tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Desa Tantan memiliki modal sosial yang penting untuk mewujudkan hal tersebut. Kebersamaan warga, gotong royong, pengetahuan masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar, serta peran pemerintah desa menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan dalam menghadapi ancaman bencana ekologis.

Upaya mengurangi risiko banjir karena itu tidak cukup dilakukan ketika air mulai naik. Pencegahan perlu menjadi kebiasaan bersama yang dibangun jauh sebelum bencana terjadi.

Menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, memastikan saluran air tidak tersumbat, menjaga kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan, serta mengenali titik-titik yang berpotensi terdampak banjir merupakan langkah sederhana tetapi memiliki arti penting.

Membangun Kesadaran Ekologis Masyarakat

Persoalan lingkungan pada akhirnya berkaitan erat dengan tanggung jawab sebagai warga. Masyarakat bukan hanya memiliki hak untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik, tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk ikut menjaganya.

Kesadaran inilah yang perlu terus diperkuat di tengah masyarakat Desa Tantan. Menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan membersihkan desa pada waktu tertentu, tetapi perlu tumbuh menjadi budaya dan kesadaran bersama.

Ketangguhan terhadap bencana juga harus dimulai dari keluarga. Warga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika air mulai meningkat, kelompok masyarakat mana yang harus mendapat perhatian lebih dahulu, jalur yang relatif aman digunakan, hingga barang dan dokumen penting yang perlu diselamatkan ketika kondisi darurat terjadi.

Anak-anak dan generasi muda juga memiliki posisi penting. Pendidikan lingkungan sejak dini dapat membentuk generasi desa yang memahami bahwa tindakan sederhana terhadap lingkungan hari ini dapat menentukan kondisi desa pada masa mendatang.

Dari Tantan untuk Muaro Jambi

Pengalaman Desa Tantan dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang lebih luas mengenai pentingnya membangun ketangguhan bencana berbasis masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi.

Banjir mungkin tidak dapat sepenuhnya dihindari, terlebih ketika dipengaruhi oleh kondisi alam dan perubahan lingkungan dalam skala yang lebih luas. Namun, risiko dan dampaknya dapat ditekan ketika masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan untuk bergerak bersama.

Karena itu, membangun desa tangguh bukan semata-mata menyediakan perlengkapan ketika bencana datang. Ketangguhan justru dimulai dari cara masyarakat memperlakukan lingkungannya setiap hari.

Dari Desa Tantan, kesadaran tersebut dapat terus ditumbuhkan: bahwa menjaga sungai, saluran air, kebersihan lingkungan dan ruang hidup desa merupakan bagian dari menjaga keselamatan masyarakat itu sendiri.

Ketika pemerintah desa, masyarakat, generasi muda, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dapat bergerak bersama, Desa Tantan tidak hanya menjadi desa yang menghadapi risiko banjir, tetapi dapat tumbuh menjadi desa yang memiliki kesadaran ekologis dan kemampuan untuk hidup berdampingan secara lebih tangguh dengan lingkungannya.

"Tantan bukan hanya tentang bagaimana masyarakat menghadapi banjir ketika air datang, tetapi tentang bagaimana sebuah desa membangun kesadaran agar lebih siap sebelum bencana terjadi"