Radarjambi.Co.Id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu sebagian rumah tangga di Provinsi Jambi mengurangi tekanan pengeluaran pangan anak, namun manfaatnya terhadap ketahanan ekonomi keluarga secara keseluruhan masih parsial dan belum merata.
Temuan itu tercatat dalam penelitian Mustaqim Siga dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jambi, Kementerian Keuangan, yang diterbitkan di Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Volume 15 Nomor 03 bulan September 2026.
Penelitian yang melibatkan 54 rumah tangga penerima manfaat di Jambi itu menganalisis persepsi dampak MBG melalui enam dimensi: stabilitas pangan, efisiensi anggaran, kemampuan menabung dan pengelolaan utang, resiliensi terhadap guncangan, alokasi waktu serta produktivitas ekonomi, dan kesejahteraan psikologis.
Hasilnya menunjukkan 43,1 persen responden merasa lebih mudah memenuhi kebutuhan makan dan 42,2 persen merasakan adanya penghematan. Namun, 66,7 persen keluarga masih memberikan uang jajan dalam jumlah yang sama, sementara kemampuan menabung tetap terbatas pada 63,8 persen responden.
Perubahan pada pengelolaan utang, frekuensi berutang untuk makan, dan pemanfaatan waktu tambahan untuk kegiatan produktif juga relatif kecil. Hampir separuh responden mengaku memperoleh waktu tambahan setelah program berjalan, tetapi sebagian besar mengalokasikannya untuk pekerjaan domestik.
Secara keseluruhan, 52,6 persen responden menilai dampak MBG terhadap ketahanan ekonomi keluarga masih rendah atau tidak menunjukkan peningkatan berarti.
Menurut peneliti, manfaat ekonomi program sangat bergantung pada tingkat substitusi pengeluaran. Ketika makanan MBG dikonsumsi anak dan menggantikan bekal atau uang jajan, ruang anggaran rumah tangga lebih mungkin terbuka.
Sebaliknya, bila pengeluaran lama tetap dipertahankan, program cenderung berfungsi sebagai penyangga konsumsi jangka pendek, sejalan dengan mekanisme consumption smoothing dan flypaper effect.
Perbaikan kualitas, rasa, variasi menu, dan keamanan pangan menjadi usulan paling dominan dari responden. Peneliti merekomendasikan agar Badan Gizi Nasional dan pemerintah daerah memperkuat aspek tersebut agar manfaat konsumsi dapat lebih efektif diterjemahkan menjadi penguatan ketahanan ekonomi keluarga.(*)
Pemkot Jambi dan KPK Perkuat Pencegahan Korupsi melalui Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan
Wali Kota Maulana Hadiri Haul Satu Tahun Subuh Berkah di Masjid Nurul Jannah
Resmi, Healthy Cities Summit 2026 di Kota Jambi Diusulkan Mundur ke November
Hadapi Kekeringan dan Kabut Asap, Pemkot Jambi Distribusikan Air Bersih dan Ribuan Kotak Masker
Muarojambi Terbaik Se-Provinsi Capaian PB MKJP No 5 Terbaik Nasional