Radarjambi.co.idi-SUNGAIPENUH– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Kota Sungai Penuh pada 8 November 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan melalui berbagai program dan inovasi.
Sejumlah capaian berhasil ditorehkan, mulai dari peningkatan kualitas lingkungan hidup, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, peningkatan pelayanan kebersihan, hingga pengawasan terhadap kegiatan usaha yang berpotensi mencemari lingkungan.
Kepala DLH Kota Sungai Penuh, Wahyu Rahman Dedi, mengatakan berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan Kota Sungai Penuh yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu perhatian utama DLH saat ini adalah mengatasi keterbatasan lahan tempat pemrosesan akhir (TPA) melalui penerapan konsep Zero Waste to Landfill. Konsep ini bertujuan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA, sehingga hanya sampah residu yang berakhir di lokasi tersebut.
Untuk mendukung program itu, DLH terus mengembangkan pengelolaan sampah dari sumbernya, baik di tingkat rumah tangga, lingkungan permukiman, maupun kawasan tertentu.
Berbagai inovasi telah dikembangkan, di antaranya Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) skala desa, TPS skala kawasan, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta pengolahan sampah organik menggunakan metode Teba dan Keranjang Takakura.
Metode Keranjang Takakura menjadi salah satu pilihan praktis bagi masyarakat dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Selain hemat tempat, metode ini juga dapat diterapkan secara sederhana dan hasilnya dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.
Sementara untuk sampah anorganik, DLH mengembangkan Bank Sampah Mapan dan Bank Sampah Juara. Program tersebut mendorong masyarakat memilah sampah plastik, kertas, botol, dan bahan lain yang masih memiliki nilai ekonomis untuk dimanfaatkan kembali.
Respons masyarakat terhadap program bank sampah juga cukup positif. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 500 nasabah yang berasal dari masyarakat, kelompok, maupun instansi.
IKLH Mengalami Peningkatan
Komitmen DLH dalam menjaga kualitas lingkungan juga terlihat dari peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Sungai Penuh.
Pada 2024, realisasi IKLH mencapai 79,48 dari target 79,15. Angka tersebut kembali meningkat pada 2025 menjadi 81,68, melampaui target yang ditetapkan sebesar 80,67.
Capaian tersebut didukung oleh peran UPTD Laboratorium Lingkungan melalui kegiatan pengambilan sampel, pengujian, serta pemantauan kualitas air dan udara. Hasil pengujian menjadi dasar dalam mengevaluasi kondisi lingkungan sekaligus menentukan langkah pengendalian pencemaran.
Di bidang pelayanan kebersihan, DLH juga mengerahkan sebanyak 384 petugas kebersihan yang bertugas melakukan penyapuan jalan, pengangkutan, hingga pengolahan sampah.
Optimalisasi fasilitas pengolahan sampah turut dilakukan melalui TPS3R Koto Renah dan TPST Renah Kayu Embun. Sampah organik diolah menjadi kompos dan mulai dikembangkan pula budidaya maggot sebagai alternatif pengolahan sampah organik.
Perkuat Pengawasan dan Penghijauan
Tidak hanya berfokus pada kebersihan, DLH Kota Sungai Penuh juga memperkuat pengawasan terhadap kegiatan usaha yang berpotensi menimbulkan pencemaran atau kerusakan lingkungan.
Sepanjang 2026, DLH telah menerbitkan dua sanksi administratif terhadap usaha atau kegiatan yang berdasarkan hasil pengawasan belum memenuhi kewajiban dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Selain itu, berbagai program penghijauan dan konservasi lingkungan terus dilaksanakan, seperti kegiatan Kalpataru, Adiwiyata, penanaman bibit pohon, serta pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB).
Pembuatan biopori menjadi salah satu langkah sederhana untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah, mengurangi aliran air permukaan, meminimalkan genangan, serta membantu menjaga cadangan air tanah.
Program ini juga diterapkan di sejumlah lokasi, mulai dari lingkungan sekolah, pekarangan rumah warga, hingga kawasan permukiman.
Wahyu Rahman Dedi menegaskan, keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Momentum HUT ke-18 Kota Sungai Penuh diharapkan menjadi semangat baru bagi DLH untuk terus meningkatkan inovasi, pelayanan kebersihan, pengelolaan sampah, serta pengawasan lingkungan.
"Melalui berbagai program yang terus dikembangkan, kami berkomitmen mendukung terwujudnya Sungai Penuh Juara dengan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan," ujarnya.(mko/akd)
Dipimpin dr. Rofi Irman, RSUD Mayjen H.A. Thalib Terus Bertransformasi Menuju Rumah Sakit Modern
MTQH ke-55 Berakhir, Kota Jambi Sukses Jadi Tuan Rumah dan Pertahankan Gelar Juara Umum
Pemkot Jambi Fasilitasi Silaturahmi 11 Kafilah, Perputaran Ekonomi UMKM Capai Rp1,5 Miliar
Kampung Bahagia Antarkan Kota Jambi Masuk Lima Besar Nasional I-SIM
Diza Dorong PBKM Kota Jambi Berkontribusi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan Ekonomi
Kota Jambi Siap Gelar Tiga Agenda Nasional, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
Bupati BBS Harap Kafilah Muarojambi Pertahankan Peringkat MTQH ke 55, Siapkan Reword
DLH Siapkan Inovasi Pembayaran Retribusi Sampah, Bidik Rumah Tangga pada 2027