Warga Keluhkan Lambannya Verifikasi Pemilihan Ketua RT

Minggu, 20 Maret 2016 - 22:58:29 | dibaca: 670 kali


Ilustrasi RT
Ilustrasi RT /

RADARJAMBI.CO.ID, JAMBI- Pasca pemilihan Ketua RT 02 Kelurahan Tanjung Raden, beberapa waktu yang lalu, warga menuntut ketegasan Lurah Tanjung Raden, dalam verifikasi laporan hasil pemilihan serta penetapan hasil pemilihan Ketua RT.

Diakui warga hingga kini belum ada kepastian sikap lurah terhadap pemenang hasil pemilihan Ketua RT. Padahal dalam pemilihan Ketua RT tersebut sudah diketahui hasil dan Ketua RT terpilih.

"Hasilnya sudah diketahui hari itu juga bahwa ketua RT yang terpilih Gustian Hata memperoleh suara terbanyak yakni 74 suara," kata Raden Dani salah seorang warga.

Dia menuturkan, setelah proses pemilihan, verifikasi laporan ke kelurahan belum juga dilaporkan ke kantor camat. Bahkan, sudah lebih dari satu bulan, Lurah belum juga menyatakan sikap atas hasil pemilihan Ketua RT itu. Kondisi ini juga telah menimbulkan gejolak di masyarakat, karena adanya surat kaleng yang meminta diadakannya pemilihan ulang.

"Karena lurah belum bersikap jadi menimbulkan gejolak di masyarakat dan kondisi ini sudah sangat meresahkan," tegasnya.

Eka, warga lainnya menambahkan kejadian seperti ini sudah terjadi di beberapa RT lainnya. Seperti RT 01, RT 07 dan RT 09. Pemilihan Ketua RT di tiga RT tersebut terpaksa diulang, akibat adanya sikap penolakkan dari Ketua RT yang kalah.

Saat ini, kondisi serupa hampir terjadi di RT 02. Dari lima kandidat ketua RT yang mencalonkan diri, satu ketua yang tidak lolos menggugat hasil pemilihan, karena dia menganggap terjadi penggelembungan suara. Dengan ditambahnya surat kaleng yang tidak tahu dari siapa warga kembali mengajukan pemilihan Ketua RT ulang.

"Ketika penghitungan suara sudah diperoleh bahwa yang menggugat hanya memperoleh 24 suara, sementara yang menang perolehan suaranya mencapai 74 suara.

Selisihnya sangat jauh dan dilakukan secara trasparan sesuai dengan petunjuk teknis dari lurah. Kenapa sekarang malah dipertanyakan?,"ungkap Eka.

Dia dan warga lainnya menyayangkan sikap lurah yang tidak segera mengesahkan hasil pemilihan. Sehingga menimbulkan gejolak antar dua kubu. "Warga juga secara tegas menolak pemilihan ulang. Jangan hanya gara-gara surat kaleng sikap demokratis warga dikesampingkan.

Saat dikonfirmasi Lurah Tanjung Raden, Sofian, mengatakan memang benar  ada gejolak. Akan tetapi pihaknya akan mencoba memediasi dan musyawarah.

Reporter: Endang Haryanto
Editor: Gustav